Suara.com - Setelah pertandingan 2 x 45 menit yang mendebarkan tanpa gol, hingga ditambah perpanjangan waktu menjadi 120 menit, akhirnya Atletico Madrid lolos ke perempat-final Liga Champions via adu penalti.
Pertandingan sengiat antara Atletico Madrid melawan PSV Eindhoven, berlangsung pada Rabu (16/3/2016) dini hari WIB. Rojiblancos pun memastikan langkah mereka ke perempat-final Liga Champions setelah unggul 8-7 di babak adu penalti.
Setelah 90 menit pertandingan berlangsung tanpa gol, pertandingan sengit antara Atletico dan PSV berlanjut ke babak tambahan. Selama 30 menit, Phillip Cocu menerapkan pertahanan yang rapat bagi kubunya. Kondisi ini memaksa Atletico untuk menjalani adu penalti. Di titik ini, Atletico berhasil menang dengan keunggulan satu gol.
Kronologis pertandingan
Secara mengejutkan, Phillipe Cocu tidak menerapkan taktik bertahan guna mencegah terciptanya gol. Justru sebaliknya, PSV sibuk menyerang dengan sabar lewat penguasaan bola. Tim tamu pun berhasil menciptakan peluang lewat tendangan Hector Moreno, tetapi hanya menghasilkan sepak pojok.
Tak lama kemudian, giliran Atletico yang menghantam balik. Juanfran memberikan umpan kepada Koke, lalu sang gelandang Spanyol meneruskannya pada Antoine Griezmann di kotak penalti. Winger tersebut sukses menembak, tetapi Jeroen Zoet melakukan penyelamatan gemilang dengan menepisnya.
Saing serang terus terjadi dan kedua belah pihak bergantian mengancam. PSV kembali memanfaatkan serangan balik di menit 27. Luuk De Jong memberikan bola pada Van Ginkel, tetapi tendangan sang gelandang Belanda mampu diamankan Jan Oblak. Bola muntahan disambar De Jong, namun Oblak mampu mengklaimnya.
Gempuran Atletico menghujani pertahan PSV jelang jeda turun minum. Rojiblancos makin beringas dalam menciptakan peluang dan Griezmann hingga Saul mencoba melepaskan tembakan. Luar biasa, PSV ternyata mampu memblokir serangan tuan rumah hingga mencegah terciptanya gol hingga jeda.
Gagal membukukan gol di paruh pertama, Diego Simeone coba meningkatkan daya gedor Atletico. Ia mengganti Augusto Fernandez dengan Fernando Torres di menit 56. Meski begitu, pergantian ini tak langsung membuahkan hasil.
Malahan, Atletico menyianyiakan peluang emas tak lama kemudian. Filipe Luis berhasil membongkar pertahanan PSV dan melepaskan tembakan keras. Zoet menepis usahanya, tetapi bola muntahan mengarah pada Yannick-Ferreira Carrasco. Sayang, tendangan Carrasco malah melambung tinggi.
Alur permainan selanjutnya terus berpihak pada Atletico. Simeone mendominasi serangan dan memaksa PSV untuk bertahan di daerahnya sendiri. Torres mendapatkan rentetan peluang emas, tetapi Zoet tampil gemilang di Vicente Calderon dan menggagalkan semuanya.
Kiper Belanda itu memang jadi pemain kunci PSV dalam dua leg babak 16 besar. Hingga babak kedua usai, ia telah mencatatkan lima penyelamatan. Kegemilangannya memaksa Atletico untuk melakoni babak ekstra setelah bermain tanpa gol selama 180 menit.
Babak Tambahan
Memasuki babak tambahan, kedua tim sudah tampak kelelahan dan tidak mampu lagi tampil beringas. Kondisi ini membuat PSV memutuskan untuk bertahan dengan disiplin, sementara Atletico diberi kesempatan untuk menguasai bola. Cocu tentu dengan senang hati melayani Atletico sembari mengincar kesempatan untuk serangan balik.
Adapun Atletico nyaris unggul di pertengahan babak. Sepak pojok Koke melengkung tepat ke kotak penalti, lalu disambut oleh tandukan Lucas. Sayang, bola masih meleset tipis di atas mistar walau Zoet sudah mati langkah.
Berita Terkait
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Asal-usul Darah Indonesia Tony Kouwen, Kiper Muda yang Trial di Atletico Madrid
-
Trial di Atletico Madrid, Ibu Kiper Keturunan Ini Langsung Kode Keras ke Timnas Indonesia
-
Barcelona Dihajar 4-0 Atletico Madrid, Frenkie de Jong: Kalau Bukan AI, Ini Skandal!
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat