Suara.com - Fullback baru tapi lama Persija Jakarta, Tony Sucipto membantah kabar yangd menyebutkan dirinya pernah mengacungkan jari tengah kepada Jakmania -sebutan kelompok suporter Persija- saat dirinya masih memperkuat Persib. Pemain kawakan berusia 32 tahun itu pun meminta bukti, bahwasanya ia pernah melakukan tindakan tercela tersebut.
Seperti diketahui, Tony bergabung dengan Persija pada bursa transfer jelang Liga 1 musim kompetisi 2019 ini, usai kontraknya tak diperpanjang Persib pasca Liga 1 2018. Hal ini memang cukup kontroversial mengingat Persija dan Persib merupakan rival abadi di persepakbolaan Tanah Air.
Yang menarik, Tony sebelumnya juga pernah memperkuat Persija selama semusim, sebelum gabung dengan Persib pada 2011 silam. Tak ayal, Tony pun dicap sebagai pengkhianat, tak hanya oleh suporter Persib, namun juga oleh segelintir suporter Persija meski ia kini kembali bergabung dengan Tim Macan Kemayoran.
Ya, tidak sedikit dari Jakmania yang sejatinya menolak kedatangan Tony. Terlebih menurut versi segelintir Jakmania, Tony pernah mengacungkan jari tengah kepada mereka saat masih berseragam Persib.
Dikabarkan insiden ini terjadi saat Persija menjamu Persib di Stadion Manahan, Solo pada Liga 1 musim 2017. Meski demikian, Tony membantah keras pernah melakukan tindakan tercela tersebut.
"Sebagai pemain, saya tahu betul dan paham jika dalam sepakbola, mengacungkan jari tengah adalah tindakan yang sangat tidak respek terhadap pemain ataupun suporter," tulis Tony dalam keterangan di akun Instagram pribadinya @toncip6.
Terkait kabar ini, Tony pun meminta adanya bukti akurat jika dirinya memang melakukan tindakan tersebut. Namun jika tidak bisa memunjukkan bukti, ia ingin agar orang-orang yang menuduhnya segera meminta maaf.
"Jika ada bukti saya mengacungkan jari tengah saat di Solo, saya akan minta maaf. Jika tidak ada bukti, orang yang menuduh harus meminta maaf di kolom komentar," tukasnya.
Baca Juga: Bersinar sebagai Gelandang Box-to-Box, Solskjaer Puji Habis Ander Herrera
Berita Terkait
-
Persija Jakarta Berduka, Salah Satu Gelandang Terbaiknya Meninggal Dunia
-
Bukan Fase Grup Lagi, Adam Alis Tekankan Persib Harus Maksimal di 16 Besar ACL 2
-
Febri Hariyadi Akhiri Masa Lajang, Nikahi Selebgram Marsha Hamrah
-
Febri Hariyadi Resmi Gabung Persis Solo, Demi Menit Bermain
-
Lawan Ratchaburi, Layvin Kurzawa Targetkan Menang dan Tidak Kebobolan
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
Terkini
-
Badai Cedera Hantui Debut John Herdman di FIFA Series 2026
-
Mengupas St Kitts and Nevis, Lawan Perdana Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Alasan PSSI, Naturalisasi Mustahil Dilakukan Jelang FIFA Series 2026 Maret Mendatang
-
FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Tanpa Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru
-
Di Tengah Penangguhan Sanksi FIFA, Klub Malaysia Datangkan Pemain Naturalisasi Harimau Malaya
-
Kiper Futsal Azfar Burhan Kecelakaan Motor karena Buru-buru Kejar Bus Kembali ke Malang
-
Mikel Arteta Puji Setinggi Langit Pep Guardiola, Pengakuan Tulus atau Psywar?
-
Persija Jakarta Berduka, Salah Satu Gelandang Terbaiknya Meninggal Dunia
-
Tewas Kecelakaan, Kiper Futsal Azfar Burhan Harusnya Tampil di Futsal Nation Cup 2026.
-
Kronologis Kiper Futsal Azfar Burhan Meninggal Dunia Ditabrak Bus