Suara.com - FIFA akhirnya mengubah jadwal bursa transfer musim panas mendatang. Keputusan tersebut diambil menyusul kompetisi di Eropa kini belum jelas nasibnya akibat pandemi virus corona.
Seperti diketahui, sebagian besar liga di Eropa mengalami penangguhan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Tentu, situasi ini mempengaruhi jadwal kompetisi dan kontrak pemain.
FIFA sedianya akan membuka jendela transfer musim panas ini pada 1 Juli hingga 2 September. Namun karena kondisi tidak mendukung, FIFA memberikan kelonggaran untuk setiap liga di Eropa menentukan jadwal transfernya masing-masing.
''Perlu penyesuaian terhadap regulasi awal dengan situasi sekarang. Oleh sebab itu, FIFA akan melonggarkan dan membolehkan jendela transfer untuk dipindahkan pada masa di antara akhir musim dan awal musim berikutnya,'' demikian pernyataan resmi FIFA dalam situs resminya.
''Untuk kontrak pemain yang akan habis di saat musim berakhir, maka diusulkan agar kontrak para pemain diperpanjang hingga musim benar-benar berakhir. Dengan kondisi seperti ini, sudah jelas bahwa musim ini tak akan berakhir normal,'' imbuhnya.
''Kebijakan serupa juga berlaku untuk kontrak pemain yang akan berlaku pada musim baru. Artinya, kontrak tersebut bakal ditunda hingga musim berikutnya benar-benar dimulai,'' tandasnya.
Sementara itu, sebelum aturan ini keluar, ada beberapa klub yang sudah memperpanjang kontrak pemainnya. Teranyar, Bayern Munich baru saja menambah masa bakti salah satu pemainnya, yakni Thomas Muller hingga 2023.
Berita Terkait
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Kekuatan 3 Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Panas! Presiden FIFA Gianni Infantino Ingin Cabut Sanksi Rusia, UEFA Lawan Mati-matian
-
Piala Dunia 2026 Dihantui Kontroversi: ICE Ambil Peran Kunci, Suporter Waswas?
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan