Bola / bola-indonesia
Rully Fauzi | Adie Prasetyo Nugraha
Para pemain Timnas Indonesia U-19. (dok. PSSI)

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong, mengakui sulit bagi pasukannya untuk melakoni training camp (TC) di Jepang. Situasi pandemi COVID-19 menjadi penyebabnya.

Selain Jepang, Shin Tae-yong juga mengakui Timnas U-19 untuk menggelar TC di Australia. Sama seperti Jepang, negara Oseania tersebut tak bisa dikunjungi David Maulana dan kawan-kawan karena tingkat persebaran virus Corona di sana masih tinggi.

Adapun Korea Selatan, negara asal Shin Tae-yong, bisa didatangi skuat Garuda Nusantara --julukan Timnas Indonesia U-19. Namun, mereka harus menjalani karantina dahulu selama dua pekan.

"TC ke Jepang, Australia atau Korea Selatan memang pernah diwacanakan," ungkap Shin Tae-yong di Jakarta.

"Jadi, sebenarnya banyak pertimbangan. Ke Jepang atau Australia saya pikir kansnya sulit karena Corona. Kalau ke Korea Selatan harus karantina dua minggu," lanjut pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu.

Opsi TC berikutnya yang paling memungkinkan adalah di Eropa, yakni di Belanda. Meski begitu, PSSI harus berkomunikasi lebih dahulu dengan Federasi Sepakbola Belanda.

"Tentu TC berikutnya harus didiskusikan lagi dengan Ketua Umum PSSI," kata Shin Tae-yong.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menjelaskan bahwa tempat pemusatan latihan selanjutnya masih dalam penjajakan. Ia pun berharap segera ada titik terang dalam waktu dekat.

"Keinginan kita berangkatkan ke Eropa lagi. Yang jelas sedang dijajaki, kalau bisa ke Belanda lebih bagus," ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Awalnya Timnas Indonesia U-19 memang sudah dijadwalkan untuk di Prancis pada Desember 2020 ini. Namun, rencana tersebut harus buyar menyusul dibatalkannya Toulon Tournament yang notaben akan diikuti Timnas Indonesia U-19.

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.