Suara.com - Gelandang sentral Manchester United, Scott McTominay tampil moncer saat diplot sebagai salah satu bek sentral dalam patron 3-5-2 atau 3-4-1-2 bersama Timnas Skotlandia.
Gelandang bertenaga kuda itu pun membuka kans untuk ganti posisi secara permanen ke depannya di level klub, meski itu tentu akan bergantung pada keputusan dari manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer.
McTominay memang tampil apik bersama Skotlanda dalam beberapa laga internasional terakhir saat ditugaskan sebagai bek tengah oleh pelatih Steve Clarke.
Teranyar, gelandang berusia 23 tahun jebolan akademi Manchester United itu menjadi salah satu faktor kunci kelolosan Skotlandia ke putaran final Piala Eropa 2020.
Ya, Skotlandia sukses memenangi laga hidup-mati final play-off Piala Eropa 2020 kontra Serbia dini hari tadi.
Bermain di Belgrade, Serbia, pasukan The Tartan Army --julukan Timnas Skotlandia-- menang adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit pertandingan.
McTominay sendiri tampil solid sepanjang laga sebagai salah satu dari tiga bek tengah Skotlandia. Ia bahkan maju sebagai salah satu penendang penalti negaranya dalam babak tos-tosan, dan sukses menunaikan tugasnya dengan sempurna.
Usai membawa Skotlandia lolos ke Piala Eropa 2020, McTominay pun angkat bicara soal perubahan posisinya ini.
"Pertama-tama, tentunya saya amat bahagia turut membawa negara saya lolos ke Piala Eropa. Ini merupakan kebanggaan seluruh rakyat Skotlandia, benar-benar perasaan yang luar biasa," tutur McTominay seperti dimuat Sky Sports Scotland, Jumat (13/11/2020).
Baca Juga: Jadi Pahlawan Makedonia Utara, Pandev: Usia Tak Penting dalam Sepakbola
"Soal perubahan posisi ini, manajer (Clarke) selalu bertanya kepada saya apakah saya nyaman bermain sebagai bek? Saya jawab; 'Tentu saja'. Pada dasarnya, Anda harus selalu melakukan apa yang manajer Anda minta, Anda harus selalu siap ditempatkan di posisi mana saja yang manajer Anda mau."
"Saya pikir saya memang nyaman bermain di posisi itu. Bicara di level klub, kenapa tidak? Jika manajer (Solskjaer) meminta saya bermain di situ, saya akan melakukannya."
"Ini peran yang berbeda dari yang biasa saya mainkan di United, namun saya enjoy bermain sebagai salah satu bek tengah. Perubahan posisi secara permanen? Mungkin saja, Anda tak pernah tahu," tukas McTominay sambil tertawa.
Tag
Berita Terkait
-
Edwin van der Sar Sukses Gegerkan Jakarta, Sejumlah Agenda Diserbu Penggemar
-
Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Manchester United yang Ketiban Sial
-
Kunjungi Indonesia, Legenda MU Edwin van der Sar Soroti Masa Depan Skuad Garuda
-
Steve Clarke Resmi Mundur usai Skotlandia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Kecewa Indonesia Tak ke Piala Dunia 2026, Van der Sar Kagum Suporter MU Cilik Tanah Air
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
ABM LOC Pastikan Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia Siap Digelar di Stadion Manahan
-
Paraguay Singkirkan Jerman di Piala Dunia 2026, Gustavo Alfaro Bongkar Kunci Suksesnya
-
Resmi Gabung Persija Jakarta, Aqil Savik: Tujuan yang Tepat!
-
Maxwell Resmi Tinggalkan Indonesia, Eks Striker Persija Tidak Gabung Persib Bandung
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia