Suara.com - Pelatih tim sepak bola putra Sumatera Utara Colly Misrun menyebut larangan tampil bagi pemain profesional dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sebagai aturan yang sangat tepat.
"Lebih bagus begini, jadi kami tim-tim mengambil para pemain yang memang berada di usia pembinaan di daerah masing-masing," kata Colly saat ditemui di Stadion Mahacandra, Kota Jayapura, Senin (4/10/2021).
"Kalau pakai (pemain) profesional kan berarti kita enggak turut melakukan pembinaan," ujarnya menambahkan.
Di sisi lain, mantan penyerang PSMS Medan pengujung era 1990-an itu menilai dengan aturan tanpa pemain profesional, ia dan sejawatnya sebagai pelatih turut diuji kemampuannya dalam meramu para pemain.
"Kemampuan kami semua banyak dicoba di sini, termasuk para pelatih. Secara bersamaan itu juga nantinya akan menaikkan kemampuan kami," katanya.
Anak-anak asuh Colly berhasil melangkah ke babak enam besar walaupun menelan kekalahan 0-2 melawan Jawa Timur dalam laga pemungkas penyisihan Grup B di Stadion Mahacandra, Senin.
Pasalnya, Sumut terbantu hasil pertandingan lain ketika Sulawesi Selatan menundukkan Jawa Tengah dengan skor 2-1 di Stadion Mandala.
Dengan demikian, Sumut yang punya empat poin melaju sebagai runner-up Grup B dan akan tergabung bersama tuan rumah Papua selaku juara Grup A dan Aceh yang menjawarai Grup C di babak enam besar nanti.
Colly mengaku ia masih memiliki pekerjaan untuk membangkitkan kemauan dan motivasi anak-anak asuhnya yang baru dua bulan ini ia tangani.
Baca Juga: PON XX Papua: Panda, Atlet Taekwondo Kaltim Dari Petugas Lapas Tenggarong
"Kemauan dan motivasi anak-anak ini harus dibangkitkan lagi. Mungkin karena ini event nasional pertama buat mereka. Masih ada beberapa hari latihan, harus terus kami benahi kekurangan yang ada," katanya.
Sumut akan mengawali penampilan di babak enam besar Grup D dengan menghadapi Aceh di Stadion Mandala pada Jumat (8/10) nanti.
Colly dibebani kehilangan tiga pemain yang terkena akumulasi kartu yakni dua gelandang Kevin Armedyah Nur Erwihas dan Bima Lesmana serta penyerang Rio Syahputra Damanik.
Berita Terkait
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
Ribuan Siswi Serbu MilkLife Soccer Challenge, Pemprov DKI Komitmen Besarkan Sepak Bola Putri
-
Selamat Tinggal Sepak Bola Eropa, Ivar Jenner Resmi Perkuat Dewa United
-
Gelandang Persib Beckham Putra Gelar Turnamen Sepak Bola Usia Dini
-
Liga 1 Indonesia: Kekuatan yang Berkembang di Sepak Bola Asia Tenggara
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan