Suara.com - Berikut isyarat hakim garis dalam sepak bola yang sering dipakai dalam pertandingan. Dalam sepak bola, terdapat elemen penting yang tak bisa diindahkan begitu saja. Elemen tersebut adalah wasit atau pengadil lapangan.
Sebagaimana namanya, wasit atau pengadil lapangan bertugas untuk memastikan permainan sepak bola berjalan adil bagi kedua tim yang bertanding.
Wasit punya otoritas untuk menentukan situasi dalam permainan dengan aturan-aturan yang telah berlaku di dalam permainan sepak bola itu sendiri.
Wasit atau pengadil lapangan pun tak sendiri dalam menentukan keputusan di lapangan. Para wasit ini biasanya dibantu oleh yang namanya hakim garis.
Hakim garis adalah wasit yang menentukan keputusan dari pinggir lapangan.
Mengingat banyaknya pemain yang bertanding dan luasnya lapangan untuk bermain, maka kehadiran hakim garis ini juga penting.
Meski jarang dilirik, hakim garis banyak menentukan keputusan-keputusan krusial dalam sepak bola, salah satunya seperti offside.
Kendati memiliki peran vital, banyak yang tak memahami isyarat hakim garis dengan alat bantu berupa bendera yang ada di tangannya.
Berikut ini isyarat hakim garis dalam sepak bola yang sering dipakai dalam pertandingan:
Baca Juga: Brasil Kokoh di Posisi Puncak Sepakbola Dunia Jelang Piala Dunia 2022 Qatar
1. Sepak Pojok, Tendangan Gawang, dan Lemparan ke Dalam
Seorang hakim garis juga menentukan tim mana yang berhak mendapat sepak pojok, tendangan gawang, maupun lemparan ke dalam.
Untuk sepak pojok, biasanya hakim garis akan berlari kecil dan mengarahkan bendera yang dipegangnya ke sudut lapangan.
Lalu untuk tendangan ke gawang, hakim garis akan menunjuk ke arah wilayah kiper sebagai isyarat bahwa tim yang bertahan mendapat tendangan ke gawang karena sentuhan lawan sehingga bola keluar dari garis gawang.
Untuk lemparan ke dalam, hakim garis akan berlari menuju titik di mana bola keluar lapangan dan menggunakan benderanya ke satu arah tim untuk memberikan lemparan ke dalam.
2. Offside
Untuk isyarat yang diberikan hakim garis saat terjadinya offside, hakim garis yang ada di sisi lapangan masing-masing tim akan mengangkat bendera dengan posisi tegak.
Bendera ini akan diangkat dalam posisi tegak lurus di mana hakim garis akan berdiri di garis tempat offside itu terjadi.
Sehingga, hakim garis harus jeli dan berlari mengikuti posisi pemain terakhir tim di garis pertahanan di area tim tersebut.
3. Pergantian Pemain
Hakim garis juga bertugas memberi tahu wasit utama di lapangan mengenai adanya pergantian pemain, mengingat wasit utama harus fokus ke hal-hal yang terjadi di lapangan.
Andai pergantian pemain itu terjadi, hakim garis akan mengangkat benderanya di atas kepalanya serta memiringkan bendera dan memegang ujung bendera dengan kedua tangannya sehingga membentuk segiempat di atas kepala.
Biasanya, saat pergantian pemain itu hakim garis akan memberikan isyarat itu dalam rentang waktu 5-10 detik agar wasit utama, pemain di lapangan dan penonton mengetahui adanya pergantian pemain.
Kontributor: Felix Indra Jaya
Berita Terkait
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
Gabung Grup Neraka, Ini Peluang Lolos Indonesia di Piala Asia U-17 2026
-
Kutuk Keras Pengeroyokan Wasit di Rembang, Exco PSSI Desak PSIR Didiskualifikasi
-
Ribuan Siswi Serbu MilkLife Soccer Challenge, Pemprov DKI Komitmen Besarkan Sepak Bola Putri
-
Viral Pemain Timnas Indonesia Diduga Banting dan Cekik Pacar, Clue Away ke Jogja 6 Februari
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan