Akan tetapi, karena mengincar posisi juara Grup A supaya mendapatkan beberapa keuntungan seperti memiliki waktu istirahat lebih panjang sebelum bertarung di semifinal, berhak tandang di leg pertama empat besar dan terhindar dari juara Grup B yang kemungkinan besar direbut Vietnam, Indonesia mesti menang besar atas Filipina.
Itu demi melampaui selisih Thailand yang pada pertandingan pamungkasnya akan menjamu Kamboja di Thailand, juga pada Senin (2/1).
Untuk itu, Shin Tae-yong meminta para pemainnya untuk tampil efektif dan sebisa mungkin memanfaatkan setiap peluang.
Kualitas finishing atau penyelesaian akhir timnas Indonesia pada tiga laga Grup A Piala AFF 2022 kerap mendapatkan sorotan lantaran dianggap tidak efektif.
Saat melawan Kamboja, 23 Desember 2022, Indonesia memang menang 2-1 tetapi dua gol tersebut datang dari 16 tembakan ke gawang, di mana delapan di antaranya tepat sasaran.
Kemudian, kala menundukkan Brunei Darussalam 7-0, 26 Desember 2022, Indonesia menghasilkan total 26 percobaan, setengah di antaranya mengarah ke gawang.
Terkini, 29 Desember 2022, Indonesia yang mengarahkan tiga percobaan ke tepat ke gawang harus bermain imbang 1-1 dengan Thailand. Padahal, dalam laga itu, Thailand cuma menghasilkan satu sepakan pas.
Shin Tae-yong tentu saja tidak mau situasi serupa terjadi waktu timnya bersua Filipina.
Skuad Garuda terus memperbaiki di depan gawang dalam setiap latihan.
Baca Juga: Prediksi Brentford vs Liverpool di Liga Inggris: Preview, Skor dan Susunan Pemain
Shin terus mengasah kemampuan pemainnya dalam setiap kesempatan dengan harapan mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menang.
"Kami tidak akan lengah saat menghadapi Filipina. Kami akan memberikan yang terbaik seperti final, tetapi harus pula hati-hati agar tidak cedera di lapangan sintetis," ujar Shin.
Strategi Filipina
Dari segi teknis, juru taktik Filipina Josep Ferre mengakui keunggulan Indonesia. Walau begitu, dirinya tidak mau kalah sebelum bertanding meski skuadnya (bersama Brunei Darussalam) dipastikan sudah tersingkir dari Piala AFF 2022.
Timnas Filipina, kata Ferre, akan mengantisipasi gelombang serangan Indonesia yang diprediksinya akan menghantam skuad berjuluk The Azkals.
Untuk itu, Josep Ferre menyiapkan taktik khusus. Salah satunya, tidak membiarkan Indonesia melepaskan umpan-umpan silang ke kotak penalti. Operan panjang (direct) skuad "Garuda" juga disebutnya perlu diperhatikan saksama.
Sementara Filipina, yang diakuinya berada di bawah Indonesia dari segi performa, akan tampil bertahan dan mencuri celah melalui serangan balik.
Satu keuntungan yang dapat dimanfaatkan Filipina, dia melanjutkan, yaitu kondisi lapangan pertandingan Stadion Rizal Memorial yang menggunakan rumput buatan.
Adapun soal absennya bek tengah naturalisasi Indonesia Jordi Amat karena akumulasi kartu kuning, Josep tidak menganggap itu bekal yang bagus untuk skuadnya.
"Jordi pemain berpengalaman dan bisa diandalkan, tetapi dia bisa digantikan siapa saja dengan level serupa. Akan tetapi, untuk lapangan, rumput artifisial ini akan sangat menantang untuk Indonesia karena pantulan dan kecepatan bola menjadi tidak sama. Kami akan mengambil keuntungan dari situ," kata dia.
Dari catatan pertemuan sejak tahun 1958, laman 11v11.com memaparkan bahwa timnas Indonesia dan Filipina sudah berjumpa 24 kali dengan Indonesia memenangkan 19 laga. Filipina cuma dapat unggul satu kali dan empat sisanya tuntas dengan hasil seri.
Misalnya mampu mengandaskan perlawanan Filipina di Piala AFF 2022, itu akan menjadi kemenangan pertama Indonesia atas The Azkals sejak tahun 2014.
Pertandingan Filipina vs Indonesia ini bisa Anda saksikan secara live streaming dengan mengklik link berikut.
Berita Terkait
-
Main di Kota Petir, Ini Jadwal Timnas Indonesia vs Vietnam dan Kamboja di Piala AFF 2026
-
Ranking FIFA Terbaru: Spanyol Kudeta Argentina, Timnas Indonesia Jauh di Bawah
-
Bomber Kaki Kidal 44 Gol yang Dinaturalisasi Vietnam Ancaman Serius buat Timnas Indonesia
-
Kiper Vietnam Keturunan Slovakia Tak Sabar Hadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
4 Fakta Situasi Terkini Mees Hilgers, Pelatih Sudah Angkat Tangan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan