Suara.com - Aksi pelemparan batu yang dilakukan oknum suporter Arema FC, Aremania di Stadion Kanjuruhan, Malang ke bus yang mengangkut rombongan ofisial dan pemain Persik Kediri kabarnya tercium FIFA.
Seperti diketahui, insiden yang mencoreng sepak bola tanah air kembali terjadi di Stadion Kanjuruhan beberapa waktu lalu, tepatnya saat duel antara tuan rumah Arema FC vs Persik Kediri dalam lanjutan Liga 1 2024/2025, Minggu (11/5/2025).
Dalam laga yang dimenangi oleh tim tamu dengan skor 3-0 itu, suporter Arema FC melakukan perilaku tidak terpuji dengan melempari bus rombongan tim Persik dengan batu.
Selain bus yang ditumpangi rusak pecah kaca, Pelatih Persik Divaldo Alves menjadi korban luka karena duduk di dekat jendela.
Kejadian ini kembali mencoreng sepak bola Indonesia, terlebih terjadi di Kanjuruhan, saksi bisu meninggalnya ratusan suporter pada 2022.
Meski tidak tahu apakah akan ada tindakan khusus, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi menyebut FIFA tahu adanya kasus ini.
Hal ini karena FIFA masih memantau perkembangan sepak bola Indonesia pasca insiden Kanjuruhan pada 2022.
"Kami belum tahu, tapi yang pasti FIFA akan mengetahui hal ini karena saat ini FIFA selalu memantau sepakbola Indonesia," kata Yunus Nusi saat dihubungi oleh awak media.
Yunus Nusi menjelaskan ia dan sejumlah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI akan terbang ke Paraguay untuk menghadiri Kongres FIFA.
Baca Juga: Cibiran Tetangga Pasca Sanksi FIFA: Suporter Timnas Indonesia Kasar!
Menurutnya, ada kans permasalahan di Kanjuruhan baru-baru ini dibahas, meski belum ada agenda resmi mengenai Kongres FIFA.
"Malam ini saya dan beberapa (anggota) Exco (Komite Eksekutif PSSI) terbang ke Paraguay untuk ikut menghadiri Kongres FIFA tanggal 15 Mei di Paraguay," katanya menambahkan.
"Kami belum tahu apa respons FIFA terhadap kejadian ini pada kongres nanti," tutupnya.
Tindakan PT Liga Indonesia Baru
PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengecam keras insiden pelemparan bus tim Persik Kediri yang terjadi usai laga melawan Arema FC dalam pekan ke-32 Liga 1 2024/2025, Minggu (11/5/2025).
Kejadian ini diduga melibatkan oknum suporter Aremania dan terjadi di sekitar kawasan Stadion Kanjuruhan, Malang.
Berita Terkait
-
Cibiran Tetangga Pasca Sanksi FIFA: Suporter Timnas Indonesia Kasar!
-
China Bereaksi Usai Timnas Indonesia Disanksi FIFA
-
4 Orang Diperiksa Polisi di Insiden Kanjuruan Aremania Lempar Batu ke Bus Persik Kediri
-
Aremania Lempar Batu Dikecam Netizen: Liga 1 Tanpa Arema FC Insya Allah Aman Pak Erick Thohir
-
Sanksi FIFA dan Reduksi Peluang Indonesia Ajukan Diri Menjadi Tuan Rumah Ronde Keempat
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi