Jika Zijlstra menunjukkan perkembangan cepat di bawah Vanenburg, kans Hokky untuk bersaing bisa semakin mengecil.
Namanya bisa semakin tersingkirkan baik di Timnas senior maupun di Timnas U-23.
Terlebih, jika Hokky tidak bisa membuktikan dirinya layak menjadi juru gedor Timnas U-23 di Piala AFF U-23 2025 nanti.
Sejak kehadiran Ole Romeny, Struick semakin sulit mendapat kesempatan bermain di Timnas Indonesia.
Hadirnya Zijlstra bisa membuat Struick semakin sulit bersaing, terlebih Zijlstra punya menit bermain lebih banyak di level klub daripada Struick.
Struick kesulitan mendapat menit bermain saat pindah ke Brisbane Roar tahun lalu dan sampai sekarang belum mendapatkan klub baru usai kontraknya tidak diperpanjang.
Zijlstra sendiri tampil cukup konsisten di tim muda FC Volendam. Meski belum menembus tim utama secara penuh, ia mendapat menit bermain reguler di tim U-21 dan dikenal punya naluri mencetak gol yang kuat sebagai penyerang tengah.
Jika Zijlstra mampu menunjukkan performa impresif di ajang U-23 bersama Vanenburg, ia bisa dengan cepat melompati Struick dalam urutan pemilihan striker oleh pelatih senior, Patrick Kluivert.
Baca Juga: Ole Romeny Ngeluh Jelang Piala Presiden 2025, Datang ke Tanah Air Bukan Buat Timnas Indonesia
3. Ramadhan Sananta
Sananta biasanya menjadi opsi penyerang yang dibawa sejak era Shin Tae-yong dan berlanjut di bawah komando Patrick Kluivert.
Jika nantinya Zijlstra resmi menjadi WNI dan bisa membela Timnas Indonesia, Sananta terancam kehilangan tempatnya sebagai opsi lain di lini depan.
Apalagi Sananta saat ini membela klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC, yang berada di liga dengan kualitas relatif lebih rendah dibandingkan dengan kompetisi Belanda tempat Zijlstra berkembang.
Performa Zijlstra yang impresif di Eropa bisa menjadi daya tarik lebih bagi Kluivert untuk memilihnya sebagai pelapis, atau bahkan tandem, bagi pemain utama seperti Rafael Romeny.
Sananta harus bisa membuktikan diri masih layak menjadi opsi penyerang yang dipanggil Kluivert dengan bermain impresif bersama klub barunya, DPMM FC.
Jika Mauro Zijlstra berhasil bersinar bersama Timnas U-23 dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, pintu menuju Timnas senior bisa terbuka lebar.
Ia berpeluang tampil pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Intip Menu TC Timnas Indonesia di Bali: Dari Genjot Fisik hingga Asah Lini Depan
-
Gothia Cup 2026: Akademi Persib Cimahi Bidik Back to Back Juara
-
Ogah Sesumbar, Spanyol Fokus Lawan Belgia Sebelum Bicara Semifinal Piala Dunia 2026
-
Nicholas Raskin Minta Belgia Main Pragmatis demi Singkirkan Spanyol di Piala Dunia 2026
-
Kabar Duka, Pentolan Bonek Andie Peci Meninggal Dunia
-
John Herdman Tak Gentar Hadapi Vietnam di Piala AFF 2026, Sebut Jadi Ujian Terbaik Timnas Indonesia
-
Respons Prabowo, PSSI Fokus Perluas Talent Pool Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Bersejarah usai Bawa Prancis ke Semifinal, Kini Setara Lionel Messi
-
PSSI Respons Keresahan Prabowo Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia: Butuh APBN