- Patrick Kluivert resmi berpisah dengan PSSI usai gagal total di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
- Gerald Vanenburg di bawah tekanan setelah hasil buruk di level U-23.
- Proyek “sentuhan Belanda” PSSI mulai dipertanyakan efektivitasnya.
Suara.com - Tahun 2025 awalnya disebut sebagai momen revolusi sepak bola nasional. PSSI mempercayakan seluruh level Timnas Indonesia kepada tiga pelatih asal Belanda: Patrick Kluivert di tim senior, Gerald Vanenburg di U-23, dan Frank van Kempen untuk skuad U-20.
Namun seiring berjalannya waktu, proyek “rasa Belanda” ini justru meninggalkan catatan kelam.
Dua dari tiga pelatih yang sudah unjuk gigi—Kluivert dan Vanenburg—belum tak mampu memenuhi ekspektasi tinggi publik sepak bola Indonesia dan pada akhirnya dipecat bersama jajaran staf pelatih lainnya.
Gerald Vanenburg: Harapan U-23 yang Mulai Luntur
Gerald Vanenburg mengawali tugasnya di Timnas U-23 dengan antusiasme besar.
Timnas Indonesia tampil sebagai tuan rumah Piala AFF U-23 2025, dan ekspektasi langsung menggunung. Namun perjalanan Garuda Muda hanya sampai di final setelah tumbang 0–1 dari Vietnam.
Kekalahan itu masih bisa dimaklumi. Tetapi performa buruk di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 menjadi titik balik yang membuat posisi Vanenburg goyah.
Timnas Indonesia finis kedua di Grup J dengan empat poin dari tiga laga—satu kemenangan, satu imbang, satu kekalahan.
Masalah utama ada di lini depan. Gol Indonesia sebagian besar tercipta saat melawan tim lemah seperti Makau (5–0) dan Brunei Darussalam (8–0).
Baca Juga: Patrick Kluivert Jadi Pelatih Tersingkat Timnas Indonesia Pasca Sanksi FIFA
Saat bertemu lawan kuat, produktivitas mereka langsung mandek. Kritik pun bermunculan, menyebut Vanenburg gagal menciptakan sistem serangan yang efisien.
Patrick Kluivert: Harapan Besar yang Berujung Pemecatan
Sementara itu, di level senior, Patrick Kluivert datang dengan reputasi besar dan ekspektasi tinggi. Namun, performa di lapangan jauh dari kata memuaskan.
Indonesia memang sempat mencuri perhatian lewat kemenangan atas China dan Bahrain. Tapi langkah mereka terhenti di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2–3), Irak (0–1), Australia (1–5), dan Jepang (0–6) memperlihatkan betapa rapuhnya sistem permainan yang dibangun Kluivert.
Dari tujuh laga kompetitif, Indonesia hanya mencetak lima gol—sebuah indikator jelas bahwa lini depan Garuda masih tumpul di bawah kepemimpinannya.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Buka-bukaan Soal Pemecatan Patrick Kluivert, Catat Waktunya!
-
Mees Hilgers Dibujuk Kontrak Menggiurkan Oleh FC Twente, Segera Comeback Bermain?
-
Ibnu Jamil Soal Pemecatan Kluivert: Mahal Banget, Nama Besar Bukan Jaminan!
-
Mauro Zijlstra Dipanggil ke Skuad Sea Games, Indra Sjafri: Tunggu Izin Klub
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus