-
PSSI mengincar lima pelatih berstatus aktif.
-
Kandidat: Hodak, Hallgrimsson, Van Bronckhorst, Riekerink, Huistra.
-
Kluivert gagal, pencarian pelatih baru segera.
Suara.com - Keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mengganti pelatih kepala Timnas Indonesia setelah hasil mengecewakan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 bersama Patrick Kluivert membuka babak baru dalam pencarian sosok arsitek tim.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan petunjuk penting mengenai kriteria pelatih senior Timnas Indonesia berikutnya.
Sumardji mengisyaratkan bahwa calon-calon potensial saat ini masih aktif bertugas di klub atau tim nasional lain.
Petunjuk ini secara otomatis menyingkirkan beberapa nama yang sempat masuk bursa seperti Timur Kapadze dan Jesus Casas.
Timur Kapadze, yang pernah memimpin Timnas Uzbekistan, kini sedang tidak terikat kontrak dengan tim mana pun.
Demikian pula dengan Jesus Casas, yang harus berpisah dengan Timnas Irak pada April 2025.
Lima kandidat pelatih Timnas Indonesia senior yang muncul setelah petunjuk tersebut meliputi Bojan Hodak, Heimir Hallgrimsson, Giovanni van Bronckhorst, Pieter Huistra, dan Jan Olde Riekerink.
Pelatih Aktif Klub dan Timnas Jadi Incaran PSSI
Bojan Hodak, pelatih berkebangsaan Kroasia berusia 54 tahun, sering disebut dalam diskusi mengenai calon juru taktik skuad Garuda.
Baca Juga: Selamat Datang! Timur Kapadze Tiba di Indonesia
Pengalaman Hodak yang luas di kancah sepak bola Indonesia dan Asia menjadi nilai plus yang signifikan.
Prestasi kepelatihan Hodak cukup impresif, terutama keberhasilannya membawa Persib Bandung meraih gelar Liga 1 secara berturut-turut pada musim 2023-24 dan 2024-25, yang kini dikenal sebagai Super League.
Selain di Indonesia, Hodak juga mengukir kesuksesan di Liga Malaysia dengan meraih berbagai gelar bersama Kelantan, JDT, dan Kuala Lumpur City.
Ia juga sempat membawa Phnom Penh Crown menjuarai Liga Kamboja pada tahun 2011.
Namun, kendala utama untuk merekrut Hodak adalah statusnya yang masih terikat kontrak dengan Persib, yang saat ini berjuang di jalur yang tepat di Super League dan ACL Two.
Heimir Hallgrimsson, juru taktik asal Islandia berusia 58 tahun, juga masuk dalam daftar incaran PSSI.
Hallgrimsson memenuhi kriteria PSSI karena saat ini menjabat sebagai pelatih Timnas Republik Irlandia.
Ia memiliki rekam jejak melatih di Asia, yaitu menukangi klub Al-Arabi di Qatar dari tahun 2018 hingga 2021.
Pengalaman internasional Hallgrimsson juga terbukti, termasuk melatih Timnas Islandia (2013-2018) dan Timnas Jamaika (2022-2024).
Penantian ini menimbulkan risiko karena Timnas Indonesia harus segera bersiap menyambut Piala Asia 2027.
Pelatih Berdarah Indonesia dan Veteran Liga Lokal
Giovanni van Bronckhorst, yang memiliki ikatan darah Indonesia, kembali disebut sebagai kandidat potensial.
Van Bronckhorst kini bergabung dalam staf kepelatihan Liverpool, membantu pelatih Arne Slot sejak Juli 2025.
Pria berusia 50 tahun ini memiliki pengalaman sebagai pelatih kepala di Feyenoord (2015-2019), Guangzhou R&F (2020), Rangers (2021-2022), dan Besiktas (2024).
Van Bronckhorst berhasil mengoleksi beberapa trofi juara, termasuk Liga Belanda dan Liga Skotlandia.
Ia juga berhasil membawa Rangers mencapai final Europa League 2021-22, meskipun akhirnya kalah dari Eintracht Frankfurt.
Jan Olde Riekerink, pelatih senior asal Belanda, juga dianggap sebagai opsi yang masuk akal mengingat pengaruh Belanda dalam sepak bola Indonesia.
Riekerink saat ini memimpin Dewa United, namun posisinya sedang dipertaruhkan menyusul serangkaian hasil buruk, termasuk empat kekalahan beruntun di Super League.
Meskipun dalam tekanan, pelatih berusia 62 tahun itu sukses membawa Dewa United menjadi runner-up Liga 1 musim sebelumnya dan mengamankan tempat di AFC Challenge League 2025-26.
Riekerink adalah sosok yang sangat berpengalaman, pernah melatih tim-tim besar seperti Galatasaray dan Heerenveen, serta berbagai tim nasional usia muda Tiongkok.
Pieter Huistra, yang tidak sedang melatih tim, saat ini menjabat sebagai manajer teknis di PSS Sleman.
Pria berusia 58 tahun ini sudah sangat familiar dengan kultur sepak bola Indonesia, pernah menjadi Direktur Teknik Timnas Indonesia pada tahun 2014 dan caretaker pelatih Timnas pada tahun 2015.
Pengalaman Huistra di Indonesia juga mencakup melatih Borneo FC dan PSS Sleman.
Rekam jejak kepelatihannya meliputi Jong Ajax, Groningen, dan Pakhtakor, menunjukkan potensi Huistra sebagai salah satu nama yang dapat dibajak PSSI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Legenda Persija Sutan Harhara Meninggal Dunia
-
Mauricio Souza Bela Cyrus Margono: Jangan Nilai dari Satu Laga
-
Bukan Persija atau Borneo, Tavares Pilih Persib Kandidat Kuat Juara Super League
-
Tanpa 5 Pilar Utama, Persija Tak Gentar Jamu Persebaya di GBK
-
Souto Akui Thailand Favorit, Tapi Timnas Futsal Indonesia Siap Beri Kejutan
-
Skuad Pincang Bukan Halangan, Persija Jakarta Siapkan Taktik Lumat Persebaya
-
Timnas Indonesia Hadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026?
-
Reuni Panas! Eliano Reijnders Tak Segan Bantu Persib Bungkam Bali United
-
Timnas Futsal Indonesia Tak Gentar Hadapi 6 Jebolan Piala Dunia Milik Thailand di Final
-
Wajah Mbappe Berdarah! Arbeloa Ngamuk ke Wasit usai Real Madrid Ditahan Girona