- Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, merasa nyaman di Sassuolo karena filosofi klub dan atmosfer kekeluargaan tim.
- Idzes mengapresiasi visi manajemen Sassuolo dalam mengembangkan talenta muda sebelum dijual ke klub yang lebih besar.
- Loyalitas suporter Sassuolo yang fanatik menjadi salah satu faktor penting yang membuat Idzes betah di klub tersebut.
Suara.com - Di tengah meroketnya karier dan nilai pasarnya yang kini menembus angka Rp 197 miliar, kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes mengungkap sebuah alasan personal yang membuatnya begitu betah dan nyaman bermain di Sassuolo.
Bukan sekadar soal menit bermain, melainkan karena filosofi dan atmosfer kekeluargaan yang ia rasakan di klub tersebut.
Sejak didatangkan dari Venezia, Idzes memang langsung menjelma menjadi figur tak tergantikan di jantung pertahanan Neroverdi.
Ia selalu tampil sebagai starter dalam 16 laga beruntun di Serie A, mencatatkan menit bermain sempurna, sebuah bukti kepercayaan penuh dari sang pelatih.
Performa solidnya inilah yang memicu rumor ketertarikan dari raksasa Italia, AC Milan. Namun, di tengah godaan tersebut, Idzes justru merasa telah menemukan rumah yang tepat di Sassuolo.
Menurut Idzes, salah satu hal yang membuatnya terkesan adalah visi brilian dari manajemen klub.
Ia melihat Sassuolo sebagai sebuah pabrik yang sangat cerdas dalam mengidentifikasi dan mengembangkan talenta-talenta muda, memberikan mereka panggung untuk bersinar sebelum akhirnya melepas mereka ke level yang lebih tinggi.
"Di Sassuolo, mereka memberi kami kesempatan. Mereka sangat cerdas dan tahu pemain mana yang harus direkut. Saya pikir apa yang mereka coba lakukan di sini adalah membiarkan anak-anak bermain di sini, membiarkan pemain muda bermain di sini," tutur Jay Idzes dikutip dari laman Sassuolo News.
"Kemudian mencoba menjual mereka, mencoba membawa mereka ke level yang lebih tinggi di tim yang lebih besar," lanjut Jay Idzes.
Baca Juga: Tarik Muharemovic: Tandem Jay Idzes yang Bersinar Lawan Bologna
Selain visi klub yang jelas, faktor utama yang membuat pria yang akrab disapa Bang Jay ini betah adalah atmosfer internal tim.
Meskipun baru beberapa bulan bergabung, ia merasa Sassuolo sudah seperti sebuah keluarga.
Ia juga sangat terkesan dengan loyalitas para suporter. Meskipun basis penggemar mereka tidak sebesar Juventus, dukungan yang diberikan sangatlah tulus dan fanatik.
"Saya pikir mereka melakukan pekerjaan yang hebat. Bahkan jika Anda melihat skuad yang kita miliki tahun ini, saya pikir kami memiliki tim yang hebat, tim yang kuat, dan kami benar-benar dapat melakukan sesuatu yang istimewa, tidak hanya di dalam klub, tetapi juga di luar," kata Idzes.
"Anda tahu, kami tidak memiliki basis penggemar seperti Juventus, tetapi yang mendukung kami benar-benar fanatik. Mereka benar-benar mendukung kami, dan itu sangat berharga. Ini benar-benar sebuah keluarga, dan memang seperti itulah adanya," tandas Jay Idzes.
Perasaan nyaman dan visi yang sejalan inilah yang menjadi fondasi bagi performa gemilang Jay Idzes di Serie A, yang kini menjadikannya salah satu bek paling diburu di Italia.
Berita Terkait
-
Media Italia Sebut Jay Idzes Bak Anjing Penjaga Tahan Bologna
-
Prediksi Komposisi Lini Belakang Timnas Indonesia di Bawah John Herdman
-
Catat 11 Sapuan Krusial, Jay Idzes Tampil Kokoh Saat Sassuolo Curi Poin di Markas Bologna
-
Barcelona Bergerak Cepat untuk Dusan Vlahovic, Milan Masih Jadi Saingan Utama
-
Bursa Transfer: Tarik Muharemovic ke Inter, Jay Idzes Menuju AC Milan?
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia