Bola / Bola Indonesia
Selasa, 06 Januari 2026 | 12:49 WIB
Persib vs Persija [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Persaingan historis Persib versus Persija dimulai tahun 1933, melibatkan bentrokan 167 kali dengan Persib unggul tipis kemenangan.
  • Persija Jakarta memiliki rekor gelar juara nasional lebih banyak (11), meskipun Persib kini juara bertahan Liga 1 dua musim berturut-turut.
  • Bambang Pamungkas memegang rekor gol terbanyak dalam derbi, namun David da Silva menjadi pencetak gol tersubur era modern Liga 1.

Suara.com - Di bawah langit Bandung yang mendung atau di tengah panasnya aspal Jakarta, ada sebuah narasi yang tak pernah benar-benar usai, Persib versus Persija.

Ini bukan sekadar pertandingan 90 menit, ini adalah perang dingin yang sesekali meletus menjadi bara api di dalam dan luar lapangan.

Selama hampir satu abad, statistik mencatat ribuan keringat dan tetesan darah yang tertumpah demi satu kata, hegemoni.

Akar persaingan ini terhujam jauh ke tahun 1933, ketika VIJ (cikal bakal Persija) menghajar PSIB (cikal bakal Persib) dengan skor telak 4-0 di Batavia.

Sejak saat itu, setiap pertemuan kedua tim berubah menjadi ritual sakral yang mempertaruhkan harga diri regional.

Dalam catatan sejarah yang panjang, kedua tim telah bentrok sebanyak 167 kali di semua ajang.

Persib Bandung sejatinya memimpin tipis dengan 62 kemenangan, sementara Persija Jakarta mengoleksi 51 kemenangan, dan 54 sisanya berakhir dengan skor sama kuat.

Head to Head Persib vs Persija [Suara.com]

Namun, jika bicara soal gelar di kasta tertinggi, Macan Kemayoran masih bisa membusungkan dada. Persija mengoleksi 11 gelar juara nasional, termasuk sembilan mahkota di era Perserikatan yang amatir namun penuh fanatisme.

Persib, sang rival, mengekor di belakang dengan sembilan gelar, meskipun mereka kini memegang kartu as sebagai juara bertahan back-to-back di era profesional Liga 1 (2023-2025).

Baca Juga: Big Match Super League! Persija Tantang Persib, Mauricio Souza Kirim Psywar

Era Liga Indonesia (1994–2007) menjadi periode paling kelam bagi publik Bandung.

Dalam kurun waktu tersebut, Persija mendominasi secara brutal dengan 12 kemenangan, sementara Persib hanya mampu mencuri tiga kali poin penuh.

Salah satu momen paling memalukan bagi Maung Bandung terjadi pada September 2005 di Lebak Bulus.

Ketakutan akan keselamatan pemain karena membludaknya suporter di pinggir lapangan membuat Persib enggan bertanding, yang berujung pada kekalahan Walk Out (WO) 3-0.

Sejarah seolah berulang secara ironis pada 2017 di Manahan, Solo, kali ini Persib yang memutuskan berhenti bermain di tengah laga sebagai protes atas kepemimpinan wasit, yang kembali berbuah kekalahan WO 3-0 bagi mereka.

Di atas lapangan hijau, nama Bambang Pamungkas tetap tegak sebagai momok paling menakutkan bagi pertahanan Persib.

Load More