- Persaingan historis Persib versus Persija dimulai tahun 1933, melibatkan bentrokan 167 kali dengan Persib unggul tipis kemenangan.
- Persija Jakarta memiliki rekor gelar juara nasional lebih banyak (11), meskipun Persib kini juara bertahan Liga 1 dua musim berturut-turut.
- Bambang Pamungkas memegang rekor gol terbanyak dalam derbi, namun David da Silva menjadi pencetak gol tersubur era modern Liga 1.
Suara.com - Di bawah langit Bandung yang mendung atau di tengah panasnya aspal Jakarta, ada sebuah narasi yang tak pernah benar-benar usai, Persib versus Persija.
Ini bukan sekadar pertandingan 90 menit, ini adalah perang dingin yang sesekali meletus menjadi bara api di dalam dan luar lapangan.
Selama hampir satu abad, statistik mencatat ribuan keringat dan tetesan darah yang tertumpah demi satu kata, hegemoni.
Akar persaingan ini terhujam jauh ke tahun 1933, ketika VIJ (cikal bakal Persija) menghajar PSIB (cikal bakal Persib) dengan skor telak 4-0 di Batavia.
Sejak saat itu, setiap pertemuan kedua tim berubah menjadi ritual sakral yang mempertaruhkan harga diri regional.
Dalam catatan sejarah yang panjang, kedua tim telah bentrok sebanyak 167 kali di semua ajang.
Persib Bandung sejatinya memimpin tipis dengan 62 kemenangan, sementara Persija Jakarta mengoleksi 51 kemenangan, dan 54 sisanya berakhir dengan skor sama kuat.
Namun, jika bicara soal gelar di kasta tertinggi, Macan Kemayoran masih bisa membusungkan dada. Persija mengoleksi 11 gelar juara nasional, termasuk sembilan mahkota di era Perserikatan yang amatir namun penuh fanatisme.
Persib, sang rival, mengekor di belakang dengan sembilan gelar, meskipun mereka kini memegang kartu as sebagai juara bertahan back-to-back di era profesional Liga 1 (2023-2025).
Baca Juga: Big Match Super League! Persija Tantang Persib, Mauricio Souza Kirim Psywar
Era Liga Indonesia (1994–2007) menjadi periode paling kelam bagi publik Bandung.
Dalam kurun waktu tersebut, Persija mendominasi secara brutal dengan 12 kemenangan, sementara Persib hanya mampu mencuri tiga kali poin penuh.
Salah satu momen paling memalukan bagi Maung Bandung terjadi pada September 2005 di Lebak Bulus.
Ketakutan akan keselamatan pemain karena membludaknya suporter di pinggir lapangan membuat Persib enggan bertanding, yang berujung pada kekalahan Walk Out (WO) 3-0.
Sejarah seolah berulang secara ironis pada 2017 di Manahan, Solo, kali ini Persib yang memutuskan berhenti bermain di tengah laga sebagai protes atas kepemimpinan wasit, yang kembali berbuah kekalahan WO 3-0 bagi mereka.
Di atas lapangan hijau, nama Bambang Pamungkas tetap tegak sebagai momok paling menakutkan bagi pertahanan Persib.
Berita Terkait
-
Big Match Super League! Persija Tantang Persib, Mauricio Souza Kirim Psywar
-
Jelang Duel Panas Persib vs Persija, Oki Rengga Titip Pesan Buat Bobotoh dan Jakmania
-
Kecewa Imbang dengan Persik, Alfeandra Dewangga Siap Bangkit Lawan Persija Jakarta
-
Persib Bandung Ditahan Imbang Persik, Bojan Kecewa dengan Kepemimpinan Wasit
-
Bos Persija Jakarta Ancang-ancang Dekati Pemain Baru Jelang Hadapi Persib Bandung
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina
-
Granit Xhaka Tak Takut Hadapi Lionel Messi, Swiss Siap Ukir Sejarah Kontra Argentina
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?
-
Lengkap! Daftar 8 Tim dan Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Kembali Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Profesor Olahraga Soroti Integritas FIFA, Kontroversi Argentina vs Mesir Rusak Kepercayaan Publik
-
Christian Pulisic Kecewa Berat, Amerika Serikat Akhiri Piala Dunia 2026 Secara Tragis
-
Bruno Fernandes Yakin Portugal Bisa Juara Piala Dunia Tanpa Cristiano Ronaldo
-
Belum Kebobolan di Piala Dunia 2026, Marc Cucurella Pede Spanyol Bisa Jadi Juara