-
Alvaro Arbeloa resmi menjadi pelatih Real Madrid menggantikan Xabi Alonso untuk sisa musim ini.
-
Fokus utama Arbeloa adalah membangkitkan mentalitas juara skuad dan memberdayakan potensi pemain akademi.
-
Real Madrid masih berpeluang meraih gelar juara di Liga Spanyol, Liga Champions, dan Copa del Rey.
Suara.com - Era baru di kursi kepelatihan Real Madrid resmi dimulai dengan penuh optimisme tinggi dari nakhoda anyar.
Alvaro Arbeloa kini memegang tongkat estafet kepemimpinan untuk membawa Los Blancos kembali ke jalur kejayaan.
Langkah strategis ini diambil manajemen klub setelah melewati periode yang cukup fluktuatif pada musim kompetisi berjalan.
Arbeloa percaya bahwa fondasi kekuatan timnya terletak pada sejarah panjang kesuksesan para pemain senior mereka.
Kehadirannya diharapkan mampu menyuntikkan energi positif bagi seluruh penggawa yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut.
Keyakinan Arbeloa Terhadap Mentalitas Skuad
Mantan bek sayap ini menaruh kepercayaan penuh pada daya juang yang dimiliki oleh talenta-talenta kelas dunia.
Ia menggarisbawahi bahwa pengalaman kolektif di kompetisi Eropa menjadi modal utama untuk segera bangkit dari keterpurukan.
“Kami semua telah melihat pertandingan-pertandingan terakhir dan usaha besar yang ditunjukkan para pemain di final Piala Super Spanyol,” ujar Arbeloa yang dilansir dari laman resmi klub pada Rabu.
Pelatih berusia 43 tahun ini ingin mengingatkan dunia bahwa kapasitas timnya belum habis meski sempat goyah.
Baca Juga: Usai Dituduh Membangkang, Kylian Mbappe Tulis Pesan untuk Xabi Alonso yang Cabut dari Real Madrid
Baginya rasa hormat terhadap pencapaian klub di masa lalu harus menjadi bahan bakar untuk masa depan.
Arbeloa melihat potensi besar yang tersimpan di dalam ruang ganti untuk menghadapi segala tekanan kompetisi yang ada.
“Kami memiliki skuad yang hebat, dengan pemain-pemain yang siap menghadapi apa pun. Ada pemain di sini yang telah memenangkan enam Liga Champions, dan seolah itu cepat dilupakan. Hal itulah yang membuat Real Madrid menjadi klub terbaik dalam sejarah,” ucapnya.
Eks pelatih Castilla ini didapuk menjadi suksesor Xabi Alonso secara resmi pada hari Senin tanggal 12 Januari.
Keputusan krusial ini muncul hanya berselang satu hari setelah momen pahit di wilayah Timur Tengah.
Kekalahan tipis dengan skor 2-3 dari rival abadi Barcelona di Jeddah menjadi titik balik pergantian pelatih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
3 Pemain Kunci Timnas Indonesia U-17 yang Siap Bikin Malaysia Merana di Stadion Joko Samudro
-
Timnas Iran Tegaskan Tetap Main di Piala Dunia 2026, Skenario Playoff Darurat Batal
-
Simon Grayson Bongkar Taktik Rumit John Herdman di Timnas Indonesia
-
Eks Manajer Sunderland Ungkap Alasan Mau Gabung Timnas Indonesia
-
Jadi Korban Paspoortgate, Nathan Tjoe-A-On Anggap NAC Breda Terlalu Membesarkan Masalah
-
Arteta Gerah Terus Dikritik, Minta Fans Arsenal Nikmati Proses
-
Ngeri! Wasit Ditembak saat Pimpin Pertandingan Tarkam, Pelaku Buron
-
Kerja Sama PSSI dan FFF, Timnas Putri Indonesia U-17 akan Ditempa di Prancis
-
Real Madrid Tersingkir, Jude Bellingham: Kartu Merah Camavinga Itu Lelucon!
-
Simon Grayson Ungkap Alasan Rela Jadi Asisten Pelatih John Herdman di Timnas Indonesia