-
Nova Arianto pertimbangkan penambahan pemain diaspora usai Indonesia kalah 0-7 dari China.
-
Evaluasi tim difokuskan untuk meraih tiket Piala Dunia U-17 2026 melalui Piala Asia.
-
Intensitas pertandingan internasional menjadi catatan penting bagi skuad Garuda United U-18 saat ini.
"Itu yang akan kita coba evaluasi agar tradisi kita menuju Piala Dunia bisa tercapai," kata Nova.
Manajemen tim berharap evaluasi menyeluruh dapat mengembalikan performa terbaik anak asuh mereka dalam waktu singkat.
Nova menepis anggapan bahwa buruknya performa tim disebabkan oleh masalah kekompakan atau chemistry antar pemain di lapangan.
Faktanya, sebagian besar pemain dalam skuad ini sudah lama berkumpul di bawah naungan Garuda United U-18.
Kolektivitas tim sebenarnya sudah teruji saat mereka berkompetisi di ajang Elite Pro Academy (EPA) kategori umur 18.
Dalam kompetisi EPA tersebut, mereka tampil sangat dominan dengan mengoleksi 55 poin dari total 22 laga yang dijalani.
Catatan mentereng 18 kemenangan dan hanya tiga kekalahan menunjukkan bahwa secara fundamental tim ini sangat kuat.
Produktivitas mereka juga luar biasa dengan torehan 62 gol ke gawang lawan selama satu musim kompetisi berlangsung.
Namun, level kompetisi domestik ternyata belum cukup untuk membendung kekuatan fisik dan taktik tim kelas Asia seperti China.
Baca Juga: Eks Tangan Kanan STY Buka Opsi Tambah Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia U-17
Nova menekankan bahwa intensitas permainan internasional sangat jauh berbeda dengan apa yang mereka hadapi di level akademi.
"Mereka sudah bekerja bersama selama lima bulan. Dan mereka tampil di EPA, tapi memang itu yang saya sampaikan di awal kemarin adalah bagaimana secara intensitas pertandingan, secara tekanan, pasti berbeda," kata Nova.
Para pemain muda ini dituntut untuk lebih cepat beradaptasi dengan tekanan tinggi yang diberikan oleh pemain lawan.
Transisi saat kehilangan bola dan keberanian dalam keluar dari tekanan lawan menjadi fokus utama evaluasi tim pelatih.
Pengalaman pahit kalah telak diharapkan menjadi guru terbaik bagi mentalitas bertanding para pemain di masa depan.
"Dan itu yang harus pemain belajar dari pertandingan ini bagaimana di saat mereka mendapatkan pressing dari lawan, bagaimana pemain bisa keluar, itu yang menjadi, apa yang menjadi evaluasi kami. Dan harapannya pemain lebih banyak belajar dari pertandingan ini," tambah dia.
Kini publik menunggu langkah nyata dari PSSI dan tim pelatih dalam mendatangkan pemain-pemain berkualitas dari mancanegara.
Kehadiran pemain diaspora diharapkan mampu memberikan warna baru dan meningkatkan standar fisik serta visi bermain tim.
Piala Dunia U-17 bukan sekadar mimpi, melainkan target yang sangat realistis jika persiapan dilakukan secara maksimal dan objektif.
Dukungan penuh dari pecinta sepak bola tanah air tetap mengalir meski hasil uji coba perdana belum memuaskan.
Perjalanan masih panjang, dan kekalahan dari China hanyalah satu babak dalam proses pendewasaan Timnas Indonesia U-17.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Terharu! Marco Bezzecchi Sukses Raih Podium Walau Sambil Menahan Sakit
-
Puluhan Senjata dan Amunisi Ditemukan Lagi di Sekolah Islam Harapan Ibu
-
Wealth Management BNI Kian Solid, AUM BNI Private Tumbuh 21%
-
Selat Hormuz Kembali Lancar, ICP Indonesia Turun ke 81,68 Dolar AS per Barel
-
IHSG Bergerkan Melemah di Level 6.300 Pagi Ini, Saham GIAA Melesat
-
Mulai Rp 1,35 Juta, Ini Harga Tiket Konser NCT 127 'The RedLine' di Jakarta
-
30 Kata-kata Ucapan 17 Agustus Aesthetic untuk Caption Instagram dan WA
-
Tuntutan Trump Dorong Harga Minyak ke Level Tertinggi
-
Purbaya: Peran Kemenkeu Bukan Hanya Bagi-bagi Anggaran
-
Modal Rp300 Ribuan! Ini 5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula