-
Bojan Hodak marah besar akibat ulah oknum suporter masuk lapangan usai laga ACL 2.
-
Potensi sanksi AFC membayangi Persib Bandung akibat tindakan tidak disiplin sejumlah oknum pendukung.
-
Pelatih dan pemain Persib turun tangan langsung menghalau suporter yang nekat masuk lapangan.
Pihak pelatih sangat berharap kejadian memalukan seperti ini tidak terulang kembali di masa depan.
Baginya, energi positif dari penonton tetap dibutuhkan untuk membakar semangat juang Beckham Putra dkk.
Stadion Si Jalak Harupat seharusnya tetap menjadi tempat yang angker bagi lawan, bukan bagi klub sendiri.
Keuntungan bermain di kandang harus dijaga dengan mematuhi aturan standar kompetisi internasional dari AFC.
"Saya bisa katakan 99 persen suporter fantastis dan bagi setiap lawan yang datang ke sini itu tidak akan mudah, itu keuntungan ketika kami bermain di kandang sendiri," tukasnya.
Situasi sempat memanas sebelum akhirnya Bojan Hodak sendiri yang turun tangan melakukan mediasi langsung.
Banyak saksi mata melihat pelatih berkepala plontos itu berjalan ke arah suporter yang melanggar batas.
Tidak hanya sendirian, beberapa penggawa utama Pangeran Biru juga turut membantu menenangkan massa yang emosional.
Nama-nama seperti Eliano Reijnders dan Layvin Kurzawa terlihat ikut menghimbau suporter agar segera meninggalkan lapangan.
Baca Juga: Kronologis Pemain Ratchaburi FC Terkurung di Ruang Ganti Usai Permalukan Persib di Depan Bobotoh
Dedi Kusnandar selaku kapten tim juga berperan aktif mengarahkan pendukung untuk kembali ke area tribune.
Kehadiran para pemain bintang di tengah kerumunan ternyata efektif meredam aksi nekat oknum pendukung tersebut.
Para suporter yang tadinya mencoba merangsek ke tengah lapangan akhirnya luluh dan memilih untuk mundur.
Video yang memperlihatkan ketegangan antara pelatih dan oknum suporter tersebut kini viral di berbagai platform sosial.
Klub kini menunggu laporan resmi dari pengawas pertandingan terkait insiden keamanan yang terjadi semalam.
Semua pihak berharap kemenangan manis ini tidak berakhir pahit karena hukuman dari otoritas sepak bola Asia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Data Piala Dunia 2026: Prancis Paling Dirugikan, Argentina Paling Diuntungkan Wasit
-
Gol ke-64 Kylian Mbappe Bawa Prancis ke Babak Semifinal Piala Dunia 2026
-
Polisi dan Tentara Prancis Siaga 1 Jelang Laga Lawan Maroko: Trauma Kerusuhan 2022
-
Ricuh! Dua Jurnalis Baku Pukul di Konferensi Pers Prancis vs Maroko
-
Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi
-
Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia
-
FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier
-
Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
-
Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh