-
Semen Padang kalah 0-4 dari Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda Lampung.
-
Dejan Antonic mengkritik wasit dan fungsi VAR yang tidak maksimal selama laga berlangsung.
-
Bhayangkara FC menembus lima besar klasemen sementara sedangkan Semen Padang tertahan di posisi 17.
Meski diwarnai protes keras namun Bhayangkara Presisi Lampung FC tetap menunjukkan taringnya sebagai tim tangguh.
Moussa Sidibe menjadi bintang lapangan dengan torehan dua gol yang merobek jala gawang Semen Padang.
Ryo Matsumura dan Doumbia turut mencatatkan nama mereka di papan skor untuk melengkapi kemenangan meyakinkan tersebut.
Skor akhir empat gol tanpa balas memastikan dominasi total tuan rumah sepanjang sembilan puluh menit laga.
Dejan tetap menunjukkan sisi sportivitasnya dengan memberikan ucapan selamat kepada pihak lawan atas raihan poin penuh.
Meskipun kecewa berat namun pelatih kawakan itu mencoba mengambil hikmah dari hasil buruk di Lampung.
Ia menyadari bahwa mentalitas bermain di kandang lawan harus segera diperbaiki agar tim bisa bangkit.
“Sekali lagi selamat untuk Bhayangkara. Tapi ini jadi pelajaran bagi kami untuk ke depannya," kata dia.
Kekalahan ini menjadi sinyal merah bagi manajemen tim untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh pada skuad.
Baca Juga: Update Kondisi Pemain Persib Jelang Hadapi Madura United, Marc Klok Comeback?
Perjalanan di sisa musim masih panjang namun tantangan yang dihadapi tim semakin berat dan nyata.
Berkat kemenangan manis ini posisi Bhayangkara Presisi Lampung melonjak drastis ke jajaran lima besar klasemen.
Mereka kini mengantongi 35 poin dari 23 laga dengan catatan 10 kemenangan dan lima hasil imbang.
Sementara delapan laga sisanya berakhir dengan kekalahan bagi tim yang kini sedang naik daun tersebut.
Kondisi berbanding terbalik dialami oleh Semen Padang yang semakin terbenam di zona merah persaingan liga.
Mereka tertahan di posisi 17 dengan raihan 16 poin hasil dari empat kemenangan dan empat seri.
Catatan 15 kali kekalahan menjadi beban berat bagi tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut untuk bangkit.
Efektivitas permainan dan koordinasi lini belakang menjadi pekerjaan rumah yang sangat mendesak bagi Dejan Antonic.
Kehilangan poin di Lampung semakin memperlebar jarak mereka untuk bisa keluar dari ancaman degradasi musim ini.
Dukungan suporter sangat diharapkan untuk memompa kembali semangat juang para pemain di pertandingan berikutnya.
Dunia sepak bola memang penuh kejutan namun keadilan tetap menjadi harapan utama bagi setiap elemen tim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan