Bola / Bola Dunia
Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:57 WIB
Rekan Calvin Verdonk, Ayyoub Bouaddi pilih Maroko ketimbang Prancis. (Instagram/@ay.bouaddi)
Baca 10 detik
  • Gelandang muda LOSC Lille, Ayyoub Bouaddi, memutuskan membela timnas Maroko satu jam sebelum pengumuman skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026.
  • Keputusan mendadak pemain berusia 18 tahun tersebut menjadi pukulan berat bagi Federasi Sepak Bola Prancis yang telah lama mengandalkannya.
  • Federasi Sepak Bola Maroko berhasil merekrut Bouaddi berkat sistem pengembangan pemain muda mereka yang kini dinilai sangat terstruktur dan menjanjikan.

Suara.com - Drama mengejutkan terjadi di balik layar pengumuman skuad Timnas Prancis untuk Piala Dunia 2026.

Salah satu talenta muda paling bersinar di Eropa, Ayyoub Bouaddi secara dramatis memutuskan untuk membelot dan memilih membela tim nasional Maroko, hanya satu jam sebelum daftar pemain dirilis.

Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), yang telah lama memproyeksikan gelandang berusia 18 tahun itu sebagai aset masa depan Les Bleus.

Ayyoub Bouaddi yang merupakan rekan setim bek Timnas Indonesia Calvin Verdonk di LOSC Lille, sebenarnya adalah produk asli dari sistem pembinaan timnas Prancis.

Ia telah secara rutin tampil di level junior sejak 2022 dan bahkan sudah mengoleksi 10 penampilan untuk timnas U-21.

Statusnya sebagai kapten timnas U-21 pada jeda internasional Maret lalu semakin menegaskan betapa besarnya kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Namun, semua harapan itu sirna dalam sekejap. Tepat sebelum pelatih Didier Deschamps mengumumkan 26 nama yang akan diboyong ke Piala Dunia, media Prancis mengonfirmasi bahwa Bouaddi telah resmi memilih untuk membela Maroko, negara asal kedua orang tuanya.

Reporter L'Equipe, Hugo Guillemet bahkan menyebut langkah ini sebagai sebuah kudeta besar dari Maroko.

"Ini adalah kerugian bagi FFF, yang mengandalkan Bouaddi, yang sudah menjadi andalan tim Espoirs dan kepada siapa Gerald Baticle telah mempercayakan ban kapten," kata Guillemet dikutip dari Sportbible.

Baca Juga: Prediksi Starting XI Brasil di Piala Dunia 2026: Tanpa Nomor 9 Murni, Andalkan Taktik Agresif!

Pihak Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) pun dengan bangga mengonfirmasi 'kemenangan' mereka.

Maroko menilai keberhasilan ini tak lepas dari proyek pengembangan sepak bola mereka yang kini semakin menarik bagi para pemain keturunan.

"Maroko kini menawarkan salah satu sistem pengembangan sepak bola yang paling terstruktur, terlihat, dan menjanjikan. Talenta muda menemukan peluang untuk berkembang, lingkungan berkinerja tinggi, dan prospek olahraga yang memenuhi standar internasional tertinggi," kata juru bicara FRMF.

Kehilangan Bouaddi terasa sangat menyakitkan bagi Prancis karena potensinya yang luar biasa.

Komentator sepak bola Eropa, Andy Brassell bahkan tak ragu membandingkannya dengan legenda seperti Wayne Rooney dan bintang muda Jude Bellingham.

"Dia fantastis. Dia jelas bukan pemain yang sama seperti Wayne Rooney, tetapi ada sedikit kemiripan Rooney atau Jude Bellingham padanya. Dia jarang kehilangan bola, bisa menutup ruang dari kotak penalti ke kotak penalti lain, dan sangat disiplin secara taktik," ujar Brassell.

Load More