- Pelatih Cesc Fabregas sukses membawa klub milik pengusaha Indonesia, Como 1907, lolos ke kompetisi Liga Champions musim 2025/2026.
- Keberhasilan tersebut diraih berkat performa gemilang skuad yang mayoritas berisi 15 pemain berbakat berusia di bawah 23 tahun.
- Fabregas berkomitmen melanjutkan proyek jangka panjang di Como meski sempat menghadapi keterbatasan fasilitas latihan pada masa awal kariernya.
"Ini adalah skuad yang penuh dengan anak-anak, kami memiliki 15 pemain yang semuanya berusia di bawah 23 tahun, jadi ini adalah mahakarya dari seluruh tim," tuturnya.
Para pemain muda itu dinilai memiliki daya serap tinggi terhadap instruksi pelatih dan selalu ingin berkembang.
"Saya hanya bisa mengangkat topi kepada para pemain ini, karena kami pelatih mencoba mendorong mereka, memberi pilihan, memberi tahu mereka di mana ruangnya, tetapi merekalah yang melakukannya di lapangan," jelas Fabregas.
Dari Fasilitas Sederhana ke Liga Champions
Perjalanan Como menuju Liga Champions terasa semakin dramatis jika melihat kondisi klub saat Fabregas pertama kali datang.
Ia mengenang masa-masa ketika Como bahkan belum memiliki fasilitas latihan dan pemulihan yang memadai.
"Saya sedang berbicara dengan dua fisioterapis hari ini yang bersama kami empat tahun lalu ketika saya datang untuk bermain, kami tidak memiliki tempat latihan," kenangnya.
"Jadi kami akan melakukan pijat di atas meja di ruang belakang sebuah bar! Sekarang, kami berada di Liga Champions," lanjut Fabregas dengan nada haru.
Fabregas mengibaratkan proses membangun Como seperti menjalani pendidikan tinggi di dunia kepelatihan.
Baca Juga: Como Cetak Sejarah Lolos Liga Champions, Kubur Asa Emil Audero dan Cremonese Bertahan di Serie A
"Ini seperti pergi ke universitas sepak bola setiap hari, karena saya harus membuat begitu banyak keputusan," ujarnya.
Fabregas Tegaskan Bertahan di Como
Meski mulai dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa, Fabregas memastikan dirinya masih ingin melanjutkan proyek jangka panjang bersama Como.
Ia mengaku nyaman dengan perkembangan klub yang dibangun bersama manajemen.
"Saya sangat bahagia di sini. Waktu memang penting, tetapi saya sangat bahagia dengan apa yang kami lakukan di sini," tegasnya.
Menurut Fabregas, karier kepelatihan membutuhkan kesabaran dan proses belajar yang panjang.
"Anda tidak boleh terburu-buru dalam pekerjaan Anda, Anda harus memiliki kesabaran dan terus belajar," tutupnya.
Sebagai informasi, Como 1907 merupakan klub Italia yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Djarum Group asal Indonesia. Keberhasilan lolos ke Liga Champions menjadi sejarah baru bagi klub yang dua musim lalu masih bermain di Serie B.
Berita Terkait
-
AS Roma Finis di Peringkat Ketiga usai Sikat Hellas Verona, Kunci Tiket Liga Champions
-
AC Milan Gagal ke Liga Champions Usai Tumbang dari Cagliari di San Siro
-
Arsenal Tutup Musim dengan Kemenangan atas Crystal Palace, Modal Positif Jelang Final Liga Champions
-
Gagal Menang di Laga Pamungkas, AC Milan dan Juventus Dipastikan Absen di Liga Champions
-
Rizky Ridho Peluang ke Klub Serie A Liga Italia Como 1907?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Intip Menu TC Timnas Indonesia di Bali: Dari Genjot Fisik hingga Asah Lini Depan
-
Gothia Cup 2026: Akademi Persib Cimahi Bidik Back to Back Juara
-
Ogah Sesumbar, Spanyol Fokus Lawan Belgia Sebelum Bicara Semifinal Piala Dunia 2026
-
Nicholas Raskin Minta Belgia Main Pragmatis demi Singkirkan Spanyol di Piala Dunia 2026
-
Kabar Duka, Pentolan Bonek Andie Peci Meninggal Dunia
-
John Herdman Tak Gentar Hadapi Vietnam di Piala AFF 2026, Sebut Jadi Ujian Terbaik Timnas Indonesia
-
Respons Prabowo, PSSI Fokus Perluas Talent Pool Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Bersejarah usai Bawa Prancis ke Semifinal, Kini Setara Lionel Messi
-
PSSI Respons Keresahan Prabowo Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia: Butuh APBN