Bola / Bola Dunia
Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:16 WIB
Stadion Piala Dunia 2026 (FIFA)
Baca 10 detik
  • FIFA secara mendadak melarang suporter membawa botol minum isi ulang ke stadion Piala Dunia.

  • Kelompok suporter mengecam keras kebijakan tersebut karena dinilai murni demi keuntungan komersial sponsor.

  • Larangan ini memicu kekhawatiran dehidrasi massal di tengah ancaman suhu ekstrem yang mencapai 32 derajat Celsius.

Suara.com - FIFA mendadak mengubah kebijakan dengan melarang suporter membawa botol minum isi ulang ke dalam 16 stadion Piala Dunia di Amerika Utara. Kebijakan ini memicu kritik tajam karena sebagian stadion memiliki area perlindungan matahari yang sangat minim di tengah ancaman cuaca panas ekstrem.

Kelompok suporter mengutuk keputusan ini sebagai langkah komersialisasi yang mengorbankan keselamatan penonton. Padahal, sebelumnya otoritas sepak bola dunia tersebut telah menjamin akses air gratis menggunakan wadah mandiri.

Indikasi kapitalisasi menguat karena seluruh produk minuman di dalam area stadion dikuasai penuh oleh sponsor utama mereka, Coca-Cola. Hal ini memaksa jutaan penonton membeli minuman kemasan dengan harga yang sudah ditentukan.

Ilustrasi FIFA World Cup. (Pixabay.com/@TayebMEZAHDIA)

"Secara alami, pemikiran langsung dari para pendukung adalah ini hanyalah perebutan uang terbaru," kata kelompok suporter Free Lions dalam sebuah pernyataan resmi dikutip dari ESPN.

Sebelum revisi sepihak ini terjadi, regulasi resmi FIFA sebenarnya mengizinkan penonton membawa botol transparan ramah lingkungan berkapasitas maksimal satu liter.

Dokumen terbaru yang dirilis pada hari Selasa secara tegas mematikan kelonggaran tersebut tanpa kompromi. "Untuk menghindari keraguan, botol air yang dapat digunakan kembali tidak boleh dibawa ke dalam stadion," bunyi aturan baru tersebut.

Perubahan regulasi yang mendadak ini langsung merusak kepercayaan yang telah dibangun antara organisasi suporter dan pihak penyelenggara. Penonton kini merasa dijebak oleh kepentingan bisnis di balik kedok standarisasi keamanan.

Stadion SoFi (Tripadvisor)

"Dalam semua diskusi kami, ketersediaan air gratis di stadion adalah salah satu hal utama dan kami diyakinkan oleh FIFA bahwa hal ini akan terjadi," ujar perwakilan kelompok suporter Inggris.

Di sisi lain, badan sepak bola dunia tersebut berdalih bahwa pelarangan material keras seperti botol dilakukan demi mengantisipasi tindakan anarkis. Mereka mengklaim keselamatan di dalam lapangan adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar.

Baca Juga: Semarak Piala Dunia 2026, The Beautiful Game Sediakan Total Hadiah Rp22,5 Miliar

Dalam pernyataan resminya pada hari Kamis, FIFA menegaskan alasan pelemparan benda tajam atau keras. "Untuk mencegah risiko dan cedera pada pemain dan penonton," tulis badan tersebut.

Pihak manajemen FIFA berargumen bahwa penyeragaman aturan ini perlu dilakukan karena beberapa stadion lokal memang sudah menerapkan standar serupa. "FIFA berkomitmen untuk melindungi kesehatan dan keselamatan semua pemain, wasit, fans, sukarelawan, dan staf," tambah mereka.

Sebagai kompensasi atas hilangnya hak membawa botol mandiri, penyelenggara berjanji akan menyediakan fasilitas peredam suhu panas di luar perimeter stadion. Langkah ini diambil karena suhu di beberapa kota tuan rumah diprediksi menembus 32 derajat Celsius.

Mitigasi di luar stadion tersebut nantinya akan mencakup stasiun pengabutan air, kipas angin, tenda pendingin, hingga pos hidrasi darurat. Namun, suporter tetap diwajibkan membeli air minum kemasan begitu mereka melewati pintu pemeriksaan utama.

"Di dalam area stadion, harga botol air untuk Piala Dunia FIFA 2026 akan tetap konsisten dengan acara lain yang diadakan di setiap stadion," jelas badan sepak bola tersebut.

Kebijakan kontroversial lain yang disorot adalah pemberlakuan jeda minum selama tiga menit pada setiap babak pertandingan. Langkah medis ini dikritik hanya sebagai taktik komersial untuk memperpanjang durasi penayangan iklan televisi.

Load More