- Meksiko mengusung misi memutus kutukan 40 tahun tanpa penampilan di perempat final Piala Dunia dengan modal status tuan rumah dan rekor tak terkalahkan sepanjang 2026.
- Guillermo Ochoa mencetak sejarah dengan masuk skuad Piala Dunia keenamnya, sementara Gilberto Mora menjadi pemain termuda yang tampil di turnamen ini.
- Javier Aguirre membangun fondasi tim lewat pertahanan solid yang dipimpin Edson Álvarez serta kreativitas lini tengah yang diperkuat Álvaro Fidalgo dan Brian Gutiérrez.
Kehadiran Álvaro Fidalgo, gelandang cerdas lulusan akademi Real Madrid yang telah dinaturalisasi, juga memberikan dimensi baru dalam akurasi operan dan kemampuan memecah garis pertahanan lawan.
Namun, sorotan dunia dipastikan tertuju pada Gilberto Mora, pemuda berusia 17 tahun yang menjadi pemain termuda di Piala Dunia 2026.
Lini Depan dan Misi Mengulang Sejarah 1986
Gilberto Mora dikenal sebagai gelandang serang lincah dengan kemampuan dribel yang mampu memikat perhatian, meski sempat terganggu cedera ringan di level klub.
Di lini depan, penyerang veteran Raúl Jiménez masih menjadi andalan utama dengan catatan impresif berupa 20 gol dalam 20 pertandingan di bawah asuhan Aguirre.
Dukungan segar juga datang dari Armando “La Hormiga” González yang tengah tajam di liga domestik dengan koleksi 24 gol pada musim terakhirnya bersama Chivas.
Sebagai salah satu tuan rumah, Meksiko memiliki ambisi besar untuk setidaknya menyamai pencapaian perempat final yang terakhir kali mereka raih saat menjadi penyelenggara pada 1986.
Tekanan publik untuk melihat tim nasional berjaya di rumah sendiri akan menjadi beban sekaligus bahan bakar bagi para pemain El Tri sepanjang turnamen.
Penantian Panjang Tuan Rumah
Baca Juga: Maldini Remehkan Argentina di Piala Dunia 2026: Messi Cs Bakal Terhenti di Perempatfinal
Meksiko mencatatkan rekor sebagai negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak tiga kali, yakni pada 1970, 1986, dan 2026.
Meski selalu memiliki talenta berbakat, El Tri kerap terhenti di babak 16 besar dalam tujuh edisi Piala Dunia terakhir secara beruntun.
Penunjukan kembali Javier Aguirre diharapkan mampu menghapus trauma masa lalu dengan mengombinasikan mentalitas tangguh para pemain senior dan ledakan bakat generasi muda seperti Gilberto Mora.
Berita Terkait
-
Tiket Mahal? Central Park Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Gratis!
-
Wajah Bobrok FIFA: Kenang 168 Anak Tewas Serangan AS, Iran Terancam Sanksi
-
Bedah Kekuatan Timnas Curacao: Skuad 'Mini Belanda' yang Jadi Kuda Hitam di Grup E Piala Dunia 2026
-
Dilema Ronald Koeman: Urus Istri Sakit atau Kejar Gelar Piala Dunia 2026
-
Pesan Presiden Portugal untuk Cristiano Ronaldo Cs: Menangkan Piala Dunia untuk Diogo Jota
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
Terkini
-
Argentina Bidik Back-to-Back Piala Dunia 2026: Antara Warisan Lionel Messi dan Ujian Realitas
-
John Herdman Jadikan Mozambik 'Eksperimen' Taktik Timnas Indonesia
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
-
Piala AFF 2026: Malaysia Tiru Langkah Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Sebelum Dipecat PSSI
-
Lamine Yamal 'Dipaksa' Pulih Timnas Spanyol, Barcelona Akui Ketar-ketir
-
Skandal FIFA: Merasa 'Disingkirkan' Sistematis, Platini Gugat Gianni Infantino
-
Tikung Barcelona, Real Madrid Siapkan Dana 150 Juta Poundsterling untuk Julian Alvarez
-
STY Respons Kabar Persija Siapkan Rp545 Miliar untuk Belanja Pemain, Jawabannya Mengejutkan
-
Hattrick Kontra Irlandia Utara, Didier Deschamps Harap Michael Olise Menggila di Piala Dunia 2026
-
Kejadian Tampar Pemain Ulsan HD Mencuat Usai Gabung Persija, Shin Tae-yong Bongkar Fakta Sebenarnya