SuaraCianjur.id- Bupati Bogor non aktif Ade Yasinhadir dalam persidangan didampingi oelh para Kepala Desa (Kades) yang berada di wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk mendukung moril dalam kasus suap BPK yang menyeret namanya.
Puluhan Kades yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) ini, berdatangan ke kantor Pengadilan Tipikor Bandung sejak pagi. Mereka ingin menyaksikan langsung jalannya sidang dugaan suap auditor BPK Jabar yang menyeret Ade Yasin.
Mereka meminta kepada majelis hakim untuk tidak ragu membebaskan Ade Yasin karena dianggap tidak bersalah dalam perkara ini.
Selama persidangan puluhan saksi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saksi ahli, teah dihadirkan dan tidak ada yang memberatkan atau mengarah kepada keterlibatan Ade Yasin dalam kasus suap ini.
Menurut Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Kecamatan Leuwisadeng, sekaligus Kades Sibanteng, Didin menilai jika Ade Yasin tidak pernah terlibat dengan kasus yang ada. Bahkan Ade Yasin menurutnya mencegahterjadinya korupsi di lingkunagan Pemkan Bogor.
"Kepada majelis hakim, jangan ragu untuk bebaskan Bupati kami. Sudah 41 saksi dan 10 kali sidang, tidak ada yang memberatkan dan mengarah ke Bupati terlibat dalam kasus tersebut," kata Didin kepada awak media, Senin (5/9/2022).
"Semoga majelis hakim terbuka pintu hatinya dan melihat secara jelas, bahwa tidak ada keterkaitan kasus ini dengan Ade Yasin. Jelas dalam kasus ini Ade Yasin dizalimi, maka jangan zalimi bupati kami," terang Didin.
Selain para kades dari Kecamatan Leuwisadeng, kades dari Kecamatan Pamijahan juga memberikan dukungan terhadap Ade Yasin.
Beberapa kades dari Pamijahan juga terlihat datang memberikan dukungan, diantaranya kades Gunungbunder, Gunungsari, Cibening, Cimayang, Pamijahan, Cibitungkulon, Cibitungwetan, Ciasihan, Cibunian, Ciasmara, Gunungpicung dan kades Puwabakti.
Baca Juga: Nonton Persib vs RANS Nusantara FC di Stadion, Bobotoh Dibuat Heboh Baju dari Sosok Ini
"Kami berharap majelis hakim terbuka pintu hatinya, melihat semua yang terjadi selama ini di persidangan. Di mana tidak ada keterlibatan bupati dalam suap BPK ini. Dukungan kami berikan buat bupati demi kebebasan dari kasus ini," ujar Kades Cibitungwetan Kecamatan Pamijahan, Urip Iskandar.
Pemeriksaan Saksi
Sebelumnya, dalam persidangan lanjutan kasus dugaan suap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyeret Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin di PN Tipikor Bandung, Senin (29/8), Inspektur IV Inspektorat Jenderal Kemendagri Arsan Latif dihadirkan sebagai saksi ahli dari kuasa hukum Ade Yasin.
Dalam persidangan, Arsan Latif mengatakan dugaan suap kepada auditor BPK yang dilakukan oleh pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bukan merupakan tanggung jawab Ade Yasin, saat aktif menjabat Bupati Bogor.
Arsan yang dikenal sebagai salah satu perumus PP Nomor 12 Tahun 2019 yang mengatur mengenai lingkup keuangan daerah itu menjelaskan, peralihan kewenangan itu telah diatur dalam Peraturan Peraturan (PP) nomor 12 tahun 2019 tentang pelimpahan kewenangan pengelolaan keuangan daerah.
“Siapa yang melaksanakan anggaran itu? Ya kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sudah jelas itu aturannya. Siapa yang melaksanakan pertanggungjawaban? Ya Kepala SKPD. Jadi di mana kaitannya dengan kepala daerah?” tegas Arsan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Benarkah Striker Iran Mehdi Taremi Angkat Senjata Lawan AS-Israel? Begini Faktanya
-
KPK Bongkar Alasan Gus Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ternyata Ada Bukti Ini!
-
Reaksi Roby Tremonti Dijodohkan dengan Inara Rusli
-
Rekomendasi Tunik Lebaran Terlengkap di Promo Ramadhan Blibli
-
IHSG Jeblok 4,57%, Apa yang Bikin Pasar Panik?
-
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini di Blibli (Murah, Tetap Enak Dipakai)
-
Kecanduan Video Porno, Residivis Pencabulan Anak Berulah Lagi di Samarinda
-
4 Rekomendasi HP dengan Video Stabilizer Harga 3 Jutaan: Hasil Sinematik, Minim Guncangan!
-
Fadia Arafiq Mengaku Sedang Bersama Ahmad Luthfi Saat OTT, Begini Respons KPK
-
Rusia, China, dan Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran