Deli.Suara.com - Polda Sumut mengambil tindakan tegas terhadap keluarga Apin BK, bos judi online yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan buronan interpol.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya telah meminta imigrasi untuk mencekal keluarga Apin BK.
"Polda Sumut sudah meminta imigrasi untuk mencekal keluarga Apin BK. Pencekalan selama 20 hari ke depan," kata Hadi kepada wartawan, Jumat (7/10/2022).
Hadi menilai keluarga Apin BK terdiri dari anak, istri dan beberapa orang lainnya tidak kooperatif. Mereka tidak menghadiri pemanggilan kedua sebagai saksi.
Jika mereka tidak kooperatif, kata Hadi, maka tidak menutup kemungkinan keluarga Apin BK bertanggung jawab secara hukum.
"Penyidik akan terus mendalami, termasuk proses terhadap keluarganya," ujarnya.
Sebelumnya, penyidik telah dua kali memanggil empat orang keluarga Apin BK. Pemanggilan pertama dilakukan pada Selasa (27/9/2022). Mereka menghadiri pemeriksaan mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
Kemudian dilanjutkan keesokan harinya. Namun, mereka melayangkan semacam surat penundaan pemeriksaan dengan alasan kurang sehat.
Penyidik lalu memastikan kebenaran alasan tersebut. Tim dokter dari Bidokkes Polda Sumut dibawa ke alamat mereka. Ada tiga tempat yang didatangi namun mereka tak berada di tempat tersebut.
Baca Juga: Sosok Pertama Perekam Video Lorong Stadion Kanjuruhan Dijemput Intel, LPSK Sayangkan Sikap Polisi
Penyidik melakukan pemanggilan kedua yang dijadwalkan pada Jumat (30/9/2022). Lagi-lagi mereka tak memenuhi panggilan.
"Panggilan kedua sebagai saksi tidak datang," tukas Hadi.
Berita Terkait
-
Polda Sumut Cekal Keluarga Bos Judi Online Apin BK
-
Polda Sumut Kembali Sita Aset Milik Bos Judi Online Apin BK
-
Istri Apin BK Bos Judi Online Konsorsium 303 Mangkir Panggilan Polda Sumut, Begini Alasannya
-
Polda Sumut Hentikan Kasus Dugaan Pemerkosaan Siswi SD yang Viral Disorot Hotman Paris, Ini Alasannya
-
Polda Sumut Kembali Periksa Istri dan Anak dari Apin BK
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
Lolos ke Semifinal, Gloria Emanuelle Widjaja Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up di German Open 2026
-
Ilmuwan China Kembangkan Baterai Mobil Listrik dari Bahan Plastik Organik
-
SHECURE Digital Resmi Diluncurkan, Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan Online
-
Proses Bangun Chemistry Berlanjut, Apriyani/Lanny Petik Pelajaran Berharga di German Open 2026
-
MBG dan Pergeseran Peran Psikologis Orang Tua
-
Badai Cedera Manchester United: Perkembangan Pemulihan Matthijs de Ligt Berjalan Lambat
-
Kapan Gaji ke-14 ASN Cair? Simak Jadwal serta Besarannya
-
Fitur 4x4 Pick Up India untuk Mobil Koperasi Desa Merah Putih Bakal Jadi Pajangan Saja?
-
Film Tensura: Tears of the Azure Sea Umumkan Jadwal Tayang Bioskop Global