/
Minggu, 14 Agustus 2022 | 17:15 WIB
Aparat gabungang mengobok-obok Jalan Legian, Popies 1 dan 2, hingga Pantai Kuta untuk mencari pelaku jambret. (Suara Denpasar/MNP)

SUARA DENPASAR - Aparat gabungan Polresta Denpasar, aparat TNI dari Kodim 1611/Badung hingga pecalang mengobok-obok Jalan Legian, Jalan Popies hingga Pantai Kuta, Sabtu (13/8/2022) malam. Mereka mencari jambret yang meresahkan banyak wisatawan.

Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas didampingi Dandim 1611/Badung Kolonel Inf Dody Triyo, patroli gabungan tersebut melibatkan 79 personel gabungan TNI-Polri bersama pecalang dari dua desa adat di Kecamatan Kuta. Mereka menyasar wilayah sepanjang Jalan Legian, Popies 1 dan 2 serta Jalan Pantai Kuta. 

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugoo Pamungkas mengatakan, hal ini merupakan tindak lanjut dari kejadian kriminal sebelumnya.

"Ini juga bentuk sinergitas TNI-Polri dalam mengamankan wilayah sehingga kejadian seperti kemarin (jambret) tidak terjadi kembali," katanya. 

Apalagi, saat ini Bali akan digelar KTT G-20, maka pihaknya harus mengamankan dan menciptakan situasi Kamtibmas yang landai.

"Hal itu agar kepercayaan dunia luar dalam mengadakan G-20 terlaksana," ucap Kombes Pol Bambang.

Dandim 1611 Badung, Inf Dody Triyo menambahkan, patroli gabungan ini sebagai antisipasi terhadap sejumlah peristiwa kejahatan jalanan di wilayah Kuta yang dikenal sebagai kampung turis.

"Kami Kodim 1611 Badung selalu mendukung upaya kepolisian untuk mengamankan dan menertibkan masyarakat di wilayah Kuta yang sempat beberapa waktu lalu terjadi hal-hal yang kurang baik," ujarnya. 

Dandim menjelaskan bahwa selama ini sudah menyampaikan jajaran apabila melihat pelaku kejahatan jalanan segera ditangkap dan diserahkan kepada kepolisian. 

Baca Juga: Sedang Tidur Pulas, Rofiki dan Sapri Ditangkap gegara Curi Genset di Tumbak Bayuh, Mengwi

Dirinya juga mengimbau dan mengajak masyarakat untuk peduli, jika ada kriminal yang kecil dibiarkan nanti akan berkembang menjadi yang besar. Jadi tidak boleh berkembang sehingga wilayahnya aman dari kriminalitas.

Razia yang berlangsung beberapa jam ini tidak ditemukan adanya orang yang dicurigai sebagai pelaku kejahatan jalanan. (MNP)

Load More