/
Sabtu, 15 Oktober 2022 | 13:48 WIB
Presiden Jokowi di hadapan para pejabat Polri di Istana Negara, Jumat (14/10/2022). (Youtube Sekretariat Presiden)

Suara Denpasar – Presiden Jokowi menyebut gara-gara Ferdy Sambo, indeks kepercayaan masyarakat terhadap Polri jatuh. Dia menyebutkan perbuatan Ferdy Sambo membuat runyam.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memanggil Kapolri dan seluruh Kapolda dan Kapolres se-Indonesia ke Instana Negara, Jumat (15/10/2022). 

Jokowi awalnya memberikan apresiasi terhadap Polri yang turut serta dalam menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya adalah dalam vaksinasi yang membuat indeks kepercayaan masyarakat terhadap Polri menjadi yang tertinggi dibanding institusi lain.

“Hasilnya indeks kepercayaan masyarakay juga menempatkan Polri di puncak teratas pada saat itu,” kata Jokowi dilansir dari Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (15/10/2022).

“Tapi,” imbuh Jokowi, “begitu ada peristiwa FS (Ferdy Sambo) runyam semuanya. Jatuh ke angka yang paling rendah.” 

Jokowi menjelaskan, sebelum ada kasus Ferdy Sambo, dibandingkan institusi-institusi penegak hukum yang lain, Polri adalah yang tertinggi. Dia pun meminta Polri bekerja keras mengembalikan lagi kepercayaan publik terhadap Polri.

“Di November (2021) itu masih 80,2 (persen), sangat tinggi sekali, bukan tinggi, sangat tinggi sekali, sekarang-kemarin Agustus (2022) berada di 54 (persen), jatuh,” katanya.

Jokowi menegaskan, menaikkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai pekerjaan berat dan harus segera dikembalikan di tengah situasi yang tidak mendukung di saat ini. Yakni kondisi ekonomi global yang sedang diguncang “badai”.

“Perlu saya sampaikan 66 negara berada pada posisi rentan, 345 juta orang di 82 negara sudah masuk menderita kekurangan pangan akut,” kata Jokowi. (*)

Baca Juga: Kapolri Perintahkan Bareskrim Periksa Bandar Judi Apin BK, Bongkar Jaringan Konsorsium 303?

Load More