Suara Denpasar - Pemilu di Indonesia memang masih 2 tahun lagi, namun persiapan sudah mulai dilakukan oleh penyelenggara. Wacana politik pun mulai bertebaran. Ada yang optimis pemilu terselenggara dengan baik, ada pula yang pesimis.
Rocky Gerung, seorang filsuf, akademisi dan intelektual publik saat mewawancarai Mahfud MD selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia di kanal YouTube miliknya, RGTV channel ID mengaku pesimis Pemilu 2024 akan berjalan sesuai undang-undang.
Rocky melihat ada kegagalan secara substansi karena rendahnya IQ warga di Indonesia membuat politik uang itu masih berpotensi tinggi dalam merusak pesta Demokrasi di Indonesia.
"Pengamat Internasional menunjukan bahwa Indonesia potensi mengalami pemburukan IQ. IQ kita di nasional itu nomor 30 di Asia, di Dunia nomor 130, jadi tetap kita nilai bahwa yang akan ikut pemilu ialah mereka yang mudah dibujuk dengan uang itu," kata Rocky dalam YouTube-nya yang di upload Senin (17/10/2022).
Untuk itu, lelaki kelahiran Manado 63 tahun silam ini mengaku pesimis pada Pemilu 2024 yang akan datang ini berjalan dengan cita-cita bangsa Indonesia ini. Rocky sebagai akademisi pun berpikir secara rasional dengan situasi yang terjadi saat ini.
"Itu yang saya anggap saya pesimis, karena kercedasan kita sama sekali rendah," tegasnya.
Menanggapi hal itu, Mahfud MD pun sepakat dengan apa yang disampaikan Rocky Gerung. Baginya, Pemilu 2024 nanti, politik uang masih akan terjadi, sehingga pemerintah sebagai penyelenggara Pemilu akan melakukan antisipasi sedini mungkin dengan berbagai upaya yang akan dilakukan.
"Kalau itu iya (politik uang ke rakyat), bahwa pemilu akan diikuti oleh rakyat yang banyak bisa dibujuk oleh uang," katanya menimpali pendapat Rocky Gerung dalam diskusi tatap muka antar keduanya itu.
Namun Mahfud MD tetap optimis jika pemilu tidak akan gagal. Ia masih percaya Pemilu masih tetap berjalan sesuai dengan tanggal yang sudah ditetapkan nanti, yakni pada 14 February 2024.
"Kalau kalender 2024 saya optimis pemilu jalan, tapi kalau masih akan terjadi politik uang dan sebagainya saya pikir itu akan sulit dihindari," tegasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Performa Timnas Indonesia U-17 Masih Jauh dari Ekspektasi, Perlu Tambahan Diaspora?
-
Open Relationship Itu Apa? Istilah yang Dikaitkan dengan Kasus Mohan Hazian
-
Febri Hariyadi Akhiri Masa Lajang, Nikahi Selebgram Marsha Hamrah
-
BRI Kuasai Hampir 50% Penyaluran KPR Subsidi Nasional
-
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
-
Ibu Mekaar Menuju Tanah Suci: PNM Temani Hidup Saya dari Nol hingga Bisa Sekolahkan Anak
-
Ordal PSSI Sebut John Herdman 'Lucu' Jika Tambah Pemain Naturalisasi Tanpa Cek Talenta Lama
-
Respons KPK Soal 'Negara Menyuap Negara' di Kasus Suap PN Depok: Ada Niat Jahat yang Bertemu
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Febri Hariyadi Resmi Gabung Persis Solo, Demi Menit Bermain