Suara.com - Sejak 30 Juli lalu, tim assessment merekomendasikan Nunung Srimulat dan suami, Iyan Sambiran untuk direhabilitasi. Namun hingga kini, komedian 55 tahun itu masih mendekam di ruang tahanan Polda Metro Jaya.
Putra sulung Nunung, Bagus Permadi menyampaikan faktor penghambat mengapa ibunya tak kunjung dipindahkan ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO). Salah satu faktornya, karena adanya pernyataan mengenai proses hukum terkait Nunung yang belum lama ini dilontarkan dari Mantan Kepala BNN Anang Iskandar dalam acara Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN).
"Iya, ini salah satu yang menghambat proses mamah dipindahkan, karena kita pihak keluarga besar sudah menyerahkan ini semuanya ke bapak-bapak penyidik dari kepolisian. Dan sekali lagi saya sampaikan untuk pihak-pihak tertentu, mohon untuk menghentikan statement," kata Bagus Permadi usai menjenguk ibunya di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya, Selasa (13/8/2019).
Keluarga menilai penyidik sudah berupaya yang terbaik untuk Nunung dan suaminya, Iyan Sambiran. Nunung sendiri berkeberatan atas pernyataan yang dibuat pihak-pihak yang dirasa merugikan dirinya meski mungkin pihak tersebut bermaksud baik.
"Mama menyampaikan mohon untuk tidak membuat statement yang sekiranya menyambung ke masalah hukum karena ini cukup membuat proses (pemindahan) sedikit tertahan ya," papar Bagus.
"Dengan seperti ini kita jadi dibatasi juga ya untuk jenguk. Pokoknya saya mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang support mama, tapi alangkah lebih baik tidak dengan membuat statement tanpa izin keluarga," imbuh Bagus menandaskan.
Sebelumnya diketahui, mantan kepala BNN, Anang Iskandar dalam jumpa pers yang diadakan GPAN beberapa waktu lalu, menyebut Nunung sebagai pecandu narkoba tidak seharusnya ditahan melainkan direhabilitasi. Anang pun menyarankan penegak hukum berkumpul untuk membahas kembali UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Selain itu, masih dalam acara tersebut, beredar kabar Nunung menjual tanah di Surabaya yang ternyata tidak benar. Namun, ihwal menjual sawah dibenarkan tapi tidak di Surabaya, melainkan Solo dan bukan untuk biaya rehabilitasi seperti yang santer diberitakan.
Berita Terkait
-
Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Penjualan Phishing Tool, Pelaku Sejoli Asal NTT
-
Rugikan Negara Rp243 Miliar! Bareskrim Sikat 330 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi
-
Waspada! Polri Bongkar 7 Modus Haji Ilegal, Dari Visa Ziarah Hingga Skema Ponzi Rugikan Jemaah
-
Kisah Pilu Nunung Jalani Kemoterapi: Tulang Kayak Copot Hingga Tubuh Mengambang
-
Selain Fahmi Bo, Ini Deretan Artis yang Biaya Pengobatannya Dibantu Raffi Ahmad
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim