- Bareskrim Polri bekerja sama dengan FBI menangkap dua tersangka di NTT karena menjual perangkat lunak phishing internasional.
- Kedua pelaku mengoperasikan situs www.3ll.cc dan melayani 2.440 pembeli selama periode tahun 2019 hingga 2024 secara global.
- Kejahatan siber ini telah mengakibatkan 34 ribu orang menjadi korban penipuan dengan total kerugian mencapai Rp350 miliar.
Suara.com - Bareskrim Polri membongkar jaringan penjualan tools phising, yang dilakukan oleh sejoli asal Nusa Tenggara Timur (NTT), GWL dan FYTP. Keduanya melakukan aksi ini sejak 2019-2024.
Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin mengatakan, pengungkapan ini merupakan hasil kerjasama penyidik Bareskrim dengan FBI.
Hasil penyelidikan menyebutkan, penjualan phishing tool ini telah berskala internasional. Total sudah ada 2.440 pembeli dalam kurun 2019-2024.
“Dalam pengungkapan ini, penyidik berhasil mengungkap jaringan penjualan phishing tools internasional. Kemudian penyidik juga berhasil mengidentifikasi 2.440 pembeli dalam periode dari tahun 2019-2024,” kata Nunung Syaifuddin dalam konferensi pers, di Bareskrim Polri, Rabu (22/4/2026).
Nunung menuturkan, perkara ini terungkap hasil patroli siber yang menemukan situs www.3ll.cc yang memperjualbelikan phishing tools.
Saat dilakukan pendalaman, penyidik melakukan undercover buy dengan menggunakan aset kripto dan memastikan bahwa perangkat lunak tersebut digunakan untuk aktivitas phishing atau akses ilegal.
Petugas juga mengatakan, hasil penjualan akses ilegal mengakibatkan 34 ribu orang menjadi korban penipuan.
“Kami juga mengidentifikasi 34.000 korban secara global dan mengamankan dua orang tersangka di Kota Kupang, NTT,” kata Nunung.
Penyidik juga menyita barang bukti dan aset hasil kejahatan dari kedua pelaku senilai Rp4,5 miliar. Sementara, hasil penjualan phishing tool yang dilakukan oleh pelaku mencapai USD20 juta, jika dikonversi menjadi Rp350 miliar.
Baca Juga: Bareskrim Terbitkan DPO Frendy Dona Sang Pengendali Narkotika Sabu dan Vape Etomidate
Diakui Nunung, kejahatan siber ini telah berkembang menjadi kejahatan terorganisir lintas negara.
Namun, pengungkapan akses ilegal terhadap ribuan akun korban serta ancaman serius ini sangat berpengaruh pada keamanan data dan privasi global.
“Phishing tools yang diperdagangkan oleh para pelaku menjadi pintu masuk bagi berbagai kejahatan digital lainnya, seperti penipuan online, pencurian data, dan Business Email Compromise (BEC),” jelas Nunung.
Nunung menjelaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam rangka melindungi masyarakat di ruang siber.
Selain itu, untuk memutus rantai ekosistem kejahatan digital dan memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan rekan-rekan kita dari FBI dan lain-lain.
Berita Terkait
-
Bareskrim Terbitkan DPO Frendy Dona Sang Pengendali Narkotika Sabu dan Vape Etomidate
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Rugikan Negara Rp243 Miliar! Bareskrim Sikat 330 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi
-
Waspada! Polri Bongkar 7 Modus Haji Ilegal, Dari Visa Ziarah Hingga Skema Ponzi Rugikan Jemaah
-
Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Tembus Miliaran, Segini Banyaknya Donasi Warga Indonesia yang Sampai ke Iran
-
2 Warga Palestina Ditembak Mati di Sekolah, 1 Korban Anak-anak
-
KontraS: Operasi Balas Dendam TNI-Polri di Papua Bentuk Pelanggaran HAM Berat
-
Kawal Program MBG, Komnas HAM Susun Kajian Strategis dan SNP Hak Atas Pangan
-
Jubir KPK Dilaporkan Faizal Assegaf ke Polisi, Eks Penyidik: Indikasi Serangan Balik Koruptor
-
Demi Korban 98, Koalisi Sipil Banding Lawan Fadli Zon Usai Gugatan Ditolak PTUN
-
Pangan RI dalam Bahaya? Pakar Ungkap Efek Suhu Panas yang Bisa Bikin Bulir Padi Tak Terbentuk
-
Petaka Berenang di Ciliwung: Bocah 11 Tahun Hilang Terseret Arus, Tim SAR Sisir Sungai Hingga 4 Km
-
Militer AS Frustrasi Lawan Iran, Donald Trump Malah Bahas Narkoba di Gedung Putih
-
Dibalik Megahnya USS Gerald R. Ford: Toilet Tersumbat, Serangan AS ke Iran pun Terhambat, Kualat?