- Bareskrim Polri mengungkap praktik haji ilegal melalui penyalahgunaan visa, manipulasi dokumen negara ketiga, serta skema penipuan keuangan.
- Praktik tersebut dilakukan oknum biro perjalanan tidak berizin guna menarik calon jamaah dengan iming-iming keberangkatan haji tanpa antre.
- Polri membentuk Satgas Haji untuk menindak tegas penyelenggara ilegal dan melindungi masyarakat dari potensi kerugian materiil serta hukum.
Suara.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) secara resmi mengungkap berbagai praktik lancung dalam penyelenggaraan ibadah haji nonprosedural.
Praktik haji ilegal ini dinilai sangat berisiko, tidak hanya dari sisi hukum di Arab Saudi, tetapi juga potensi kerugian materiil dan moril yang sangat besar bagi para calon jamaah asal Indonesia.
Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin di Jakarta, Jumat (17/4/2026), menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan intensif di lapangan, ditemukan fakta bahwa para pelaku kejahatan ini semakin canggih dalam menyusun strategi untuk mengelabui masyarakat yang ingin segera berangkat ke tanah suci.
Penyalahgunaan Visa Non-Haji dan Izin Tinggal
Salah satu temuan paling mencolok dalam operasi pemantauan Polri adalah penyalahgunaan dokumen keimigrasian. Para oknum penyelenggara haji ilegal diketahui memanfaatkan visa yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi ibadah haji, seperti visa ziarah (turis) dan visa kerja.
“Modusnya, calon jamaah diberangkatkan lebih awal untuk mendapatkan izin tinggal (iqamah) yang kemudian digunakan untuk berhaji,” kata Nunung sebagaimana dilansir Antara.
Strategi ini dilakukan untuk menghindari pemeriksaan ketat otoritas setempat saat puncak musim haji tiba. Namun, penggunaan visa ziarah untuk berhaji merupakan pelanggaran berat di Arab Saudi yang dapat berujung pada deportasi hingga pencekalan permanen.
Penawaran Haji Tanpa Antre
Di tengah masa tunggu haji reguler yang mencapai puluhan tahun, tawaran haji tanpa antre menjadi daya tarik utama bagi masyarakat kelas menengah ke atas di kota-kota besar.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
Polri menemukan adanya penawaran haji dengan biaya sangat tinggi namun menggunakan visa yang tidak sesuai ketentuan resmi.
Para pelaku memanfaatkan visa furoda, mujamalah, hingga visa amil (petugas). Padahal, pada dasarnya visa amil tidak dipungut biaya oleh Pemerintah Arab Saudi karena diperuntukkan bagi petugas pendukung.
Ketidaksesuaian antara biaya yang dibayarkan jamaah dengan jenis visa yang diberikan menjadi pintu masuk terjadinya tindak pidana penipuan.
Jalur Tikus Melalui Negara Tetangga
Modus lain yang teridentifikasi adalah penggunaan paspor atau visa dari negara ketiga. Polri menemukan adanya warga negara Indonesia (WNI) yang diberangkatkan secara ilegal melalui Malaysia, Filipina, hingga Brunei Darussalam.
Calon jemaah dibawa ke negara-negara tersebut terlebih dahulu sebelum diterbangkan menuju Arab Saudi dengan identitas atau dokumen yang dimanipulasi agar seolah-olah bukan berasal dari kuota haji Indonesia.
Berita Terkait
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
-
Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal
-
Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi