Suara.com - Razman Arif Nasution dan istrinya, Ade Suryani kompak meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto terkait kasus pencemaran nama baik melawan Hotman Paris Hutapea.
Permohonan ini muncul setelah jaksa penuntut umum menuntut Razman dengan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp200 juta dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Rabu, 16 Juli 2025.
Ade Suryani, yang mendampingi suaminya, mengaku syok mendengar tuntutan jaksa. Ia merasa ada ketidakadilan dalam proses hukum yang dihadapi Razman.
"Di sini saya, sangat syok juga ya mendengar tuntutan dari jaksa," ujar Ade Suryani usai persidangan.
Ade menceritakan bagaimana ia mengetahui seluk-beluk kasus yang melibatkan mantan asisten pribadi Hotman Paris tersebut sejak awal.
"Saya seorang istri, juga sebagai selalu mendampingi suami saya, mendampingi klien-kliennya, termasuk Putri Iqlima Kim ini," bebernya.
"Saya tahu betul bagaimana dia pertama kali datang ke kantor kami pak, sampai dia ingin bunuh diri, saya yang menenangkannya," tambah Ade.
Selain dugaan ketidakadilan, Razman dan Ade kompak meminta atensi Prabowo karena Hotman diduga memanfaatkan kedekatan mereka untuk memengaruhi proses hukum.
"Ini sangat tidak adil. Kenapa saya meminta Pak Presiden, Pak Prabowo? Karena Hotman selalu membawa-bawa nama bapak," kata Ade.
Baca Juga: Prabowo Beberkan Hasil Lawatan ke Sejumlah Negara: Mulai dari Kampung Haji, Pupuk, hingga Gaza
"Bahkan di persidangan juga, di depan jaksa, di depan hakim-hakim, dia mengatakan, 'Saya dekat dengan Prabowo. Prabowo datang ke pesta anak saya, dia duduk berjam-jam menemani saya', katanya. Seolah-olah dia mem-framing dirinya kuat karena didampingi oleh Pak Prabowo," lanjutnya.
Dengan nada penuh harap, Ade memohon keadilan dan menegaskan bahwa suaminya tidak bersalah.
"Di persidangan sudah semua bukti kami serahkan. Tolong pak, suami saya tidak bersalah," katanya.
"Kalau suami saya bersalah, saya ikhlas. Suami saya bukan korupsi, bukan pembunuh, bukan pemerkosa. Semua terbukti pak, ada apa ini?" lanjut Ade.
Menanggapi permintaan kubu Razman, Hotman Paris bereaksi santai. Ia malah mempertanyakan relevansi Presiden mengurusi kasus yang dianggapnya receh.
"Ngapain Presiden ngurusin receh kayak begitu? Dulu dia paling tidak mendukung Prabowo," ujar Hotman dalam wawancara terpisah di kawasan Tanjung Duren, Jakarta di hari yang sama.
Tag
Berita Terkait
-
Razman Ngadu ke Prabowo usai Dituntut 2 Tahun, Hotman Paris: Ngapain Presiden Urus Hal Receh
-
Kapolri Listyo: Musuh Satu Terlalu Banyak, Teman Seribu Masih Kurang
-
Diserang Kasus Pelecehan Lagi, Hotman Paris Sentil Razman Arif Nasution Tak Belajar dari Kesalahan
-
Sinyal Keras! Rocky Gerung Sebut Prabowo Mulai 'Amputasi' Warisan Jokowi
-
Tarif Trump 19 Persen, Sektor Manufaktur RI Diklaim Bisa Kembali Bergairah
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
WeTV Indonesia Hadirkan Serial 12 IPA 4, Drama Remaja yang Penuh Konflik dan Harapan
-
Cara Cek dan Sanggah Data Desil Lewat HP, Segera Update Sebelum Agustus 2026!
-
Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru
-
Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat
-
Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG
-
PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun
-
Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak
-
9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM
-
Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?
-
JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya