Suara.com - Sejumlah influencer Tanah Air resmi menyerahkan 17+8 tuntutan rakyat ke DPR RI pada Kamis, 4 September 2025.
Para influncer seperti Ferry Irwandi, Jerome Polin, Andovi da Lopez, Andhyta F. Utami, Fathia Izzati, dan Jovial da Lopez datang langsung dan memberikan tuntutan 17+8 kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade dan anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka.
Besar harapan rakyat agar pemerintah bisa memenuhi segala tuntutan tersebut demi terciptanya Indonesia yang lebih baik.
Usai menyerahkan 17+8 tuntutan rakyat ke DPR RI, Jerome Polin mengungkapkan perasaannya melalui unggahan media sosial.
Ia mengaku, hari itu adalah pengalaman pertama dalam hidupnya untuk "turun ke jalan" dan berjuang atas nama rakyat.
“Hai teman-teman!! Hari ini untuk pertama kalinya dalam 27 tahun hidup, aku "turun ke jalan”,” tulis Jerome dikutip dari akun Instagram pribadinya @jeromepolin pada Kamis, 4 September 2025.
Jerome mengaku bahwa selama ini ia merasa takut untuk angkat suara soal permasalahan dalam negeri.
“Jujur dari dulu aku selalu takut untuk speak up soal suatu isu di Indonesia, apalagi turun ke jalan. Takut salah ngomong. Takut dijudge. Takut pengetahuanku kurang banyak. Takut diframing. Takut diserang. Banyak takutnya," ujarnya.
Meski sempat merasa takut, namun akhirnya Jerome mantap menyuarakan keadilan bagi rakyat berkat dukungan yang diterimanya dari berbagai pihak.
Baca Juga: 17+8 Tuntutan Rakyat: DPR Akhirnya Angkat Bicara, Tetapi Apakah Cukup?
“Tapi sepertinya ada 1 jawaban. Yaitu aku tidak sendiri, aku didukung oleh banyak teman2, dan aku tahu banyak orang yang menggantungkan harapannya ke gerakan ini,” ujarnya.
Ia bahkan sempat terpuruk usai dituding sebagai buzzer dan provokator. Namun segala ketakutan itu akhirnya bisa ia lawan karena fokus pada tujuan yang besar.
“Tapi rasanya itu semua tidak lebih penting daripada tercapainya keadilan dan hak rakyat yang selama ini diselewengkan dan disemena-menakan,” kata pria lulusan Universitas Waseda itu.
“Aku kembali diingatkan, bahwa ketika kita fokus ke tujuan yang lebih besar, kita akan punya courage dan keberanian untuk bertindak meskipun banyak resikonya,” tutupnya.
Jerome Polin bersama influencer lainnya sebelumnya telah merumuskan 17+8 tuntutan rakyat yang sudah dibagikan lebih dari 600 ribu kali di media sosial.
Adapun 17+8 tuntutan rakyat terdiri dari 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang.
Tag
Berita Terkait
-
Punya Platform Besar, Apakah Andovi da Lopez Juga Terima Chat Tawaran Jadi Buzzer Kontra Demo?
-
UU Pernah Cepat Disahkan, Ferry Irwandi: 17+8 Tuntutan Rakyat Harusnya Juga Bisa
-
Selain 17+8, Ferry Irwandi Sampaikan 3 Tuntutan Lain ke Pemerintah
-
Terima Massa yang Sampaikan 17+8 Tuntutan Rakyat, Andre Rosiade Sebut DPR Upayakan Semua Terpenuhi
-
Demo 4 September Serahkan 17+8 Tuntutan, Wiranto: Kalau Semua Permintaan Dipenuhi Juga Repot
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan