-
Wanda Hamidah kembali ke Indonesia setelah 35 hari ikut misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla untuk Palestina.
-
Ia menceritakan perjuangan di laut dan momen haru dengan anak-anaknya yang rindu dan merasa kehilangan selama ia pergi.
-
Pengalaman emosional itu justru memperkuat tekadnya untuk terus berjuang membela rakyat Palestina.
Suara.com - Setelah 35 hari mengarungi lautan dalam misi kemanusiaan yang penuh tantangan, aktivis Wanda Hamidah akhirnya menjejakkan kaki kembali di Indonesia.
Namun, kepulangannya dari pelayaran Global Sumud Flotilla untuk Palestina diwarnai perasaan campur aduk.
Rindu yang membuncah, rasa bersalah yang menusuk, dan tekad perjuangan yang justru semakin membara.
Misi mulia untuk menembus blokade Israel dan mengirimkan bantuan ke Gaza harus terhenti karena berbagai kendala teknis.
Kapal Nusantara yang ditumpangi Wanda menjadi harapan terakhir, namun takdir berkata lain. Kepulangan yang tertunda-tunda ini meninggalkan jejak mendalam, terutama bagi anak-anaknya yang menanti di rumah.
"Kangen banget, amat sangat," ujar Wanda Hamidah dengan tatapan penuh emosi saat ditemui di kawasan Tendean, Selasa (7/10/2025).
Pertanyaan dari sang buah hati membuatnya merasa tertusuk. Pasalnya Wanda Hamidah tidak bisa memberi kepastian saat ditanya kapan pulang.
"Setiap mereka telepon, saya bilang, 'Iya, bentar lagi,' tapi saya nggak pulang-pulang," terangnya.
Di balik senyum bahagianya, tersimpan pula kisah haru tentang pengorbanan anak-anaknya.
Baca Juga: Demonstran Pro-Palestina Serbu Laga Italia vs Israel di Luar Stadion, Gattuso: Tidak akan Tenang
Putra sulungnya, yang terpaksa memikul tanggung jawab besar merawat adiknya yang baru berusia 10 tahun, menyambutnya dengan keluhan yang jujur dan menyentuh.
"'Ibu, aku capek. 'Aku jadi marah-marah terus'," kenang Wanda menirukan ucapan sang anak yang nyaris menangis.
Momen itu, menurut Wanda, menjadi hikmah berharga bagi anak-anaknya untuk memahami betapa beratnya tanggung jawab menjadi orang tua.
Namun, pukulan emosional terberat datang dari si bungsu. Sebuah pertanyaan polos melalui telepon justru menjadi momen yang paling menghancurkan hatinya membuatnya tak berani lagi mengangkat panggilan dari putrinya di hari-hari terakhir misinya.
Saat ia mencoba menjelaskan perjuangannya untuk anak-anak Palestina, putrinya membalas dengan kalimat yang meremukkan hatinya.
"'Tapi kan Ibu juga punya anak'," ungkap Wanda dengan suara bergetar.
Berita Terkait
-
Demonstran Pro-Palestina Serbu Laga Italia vs Israel di Luar Stadion, Gattuso: Tidak akan Tenang
-
Willie Salim Galang Donasi untuk Bangun Rumah Sakit di Gaza,Dapat Rp 4 Miliar dalam 3 Hari
-
Tak Mau Kebobolan Lagi, Komisi I DPR Desak Pemerintah Tolak Atlet Israel Bertanding di Indonesia
-
Jelang Lawan Israel, Gattuso Akui Atmosfer Pertandingan Tak Kondusif
-
Pihak Israel Klaim Kantongi Janji Pejabat Kemenpora untuk Datang ke Jakarta
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Diterpa Isu Terlantarkan Anak Kandung, Denada Posting Momen Mengharukan
-
Telan Biaya Rp85 Miliar, Papa Zola The Movie Janjikan Kualitas Visual Sekelas Hollywood
-
Heboh Riders Fajar Sadboy Minta Alphard Hingga Dior, Asli atau Settingan?
-
Alasan Netflix Tak Hapus Mens Rea Pandji Pragiwaksono Meski Ada Laporan Polisi
-
Geram Fisik Anaknya Dibully Buntut Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Ancam Lapor Polisi
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Hubungannya dengan Tompi, setelah Kena Kritik Sang Dokter Bedah
-
Film Surat ke-8 Angkat Potret Gap Generasi Lewat Akting Aurora Ribero dan Arief Didu
-
Sinopsis How to Become a Tyrant di Netflix: Membongkar "Buku Panduan" Diktator Paling Kejam
-
Reuni 13 Tahun, Rio Dewanto dan Michelle Ziudith Kuras Emosi di Sinetron Jejak Duka Diandra
-
SAS: Red Notice, Hadirkan Aksi Die Hard di Bawah Selat Inggris, Tayang Malam Ini di Trans TV