- Ammar Zoni dipindahkan ke Nusakambangan
- Pengacara khawatir jika Ammar Zoni alami sakau
- Ammar Zoni dikhawatirkan bisa meninggal di Nusakambangan
Suara.com - Pengacara Ammar Zoni, Jon Mathias mengungkap kekhawatiran akan keamanan kliennya selama diisolasi di lapas Nusakambangan.
Jon takut bahwa sistem sel isolasi one man one cell bisa menjadi ancaman maut bagi Ammar, terutama jika dia mengalami sakau atau gejala putus obat.
Kepanikan ini dipicu oleh penjelasan pihak berwenang yang menggambarkan betapa minimnya interaksi manusia di Lapas Super Maksimum Security.
Di sana, petugas disebut tidak akan bertemu langsung dengan narapidana dan pengawasan hanya dilakukan melalui CCTV. Gambaran inilah yang membuat Jon Mathias mempertanyakan jaminan keselamatan paling mendasar.
"Terus ngasih makannya bagaimana? Ya kan bisa mati dong, apa mau puasa terus orang?" tanya Jon Mathias dengan nada cemas saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis, 16 Oktober 2025 malam.
Menurutnya, penjelasan yang diberikan oleh humas pemerintah justru menciptakan kesan horor dan membuat publik panik.
"Ini perlu diluruskan lagi oleh pihaknya Dirjenpas, supaya jangan ada kesan masyarakat nanti di situ tempat sel pembunuhan jadinya," tegasnya.
Ancaman terbesar dan paling nyata, kata Jon, adalah kondisi Ammar Zoni sebagai seorang pecandu yang belum pernah mendapatkan perawatan medis yang layak untuk adiksi-nya.
Risiko sakau, yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani, menjadi hantu yang menakutkan di dalam sel yang terisolasi total.
Baca Juga: Ammar Zoni Diperlakukan Bak Teroris, Pengacara Geram: Koruptor Triliunan Masih Bisa Nyanyi-Nyanyi!
"Apalagi dia kan orang adiksi, kecanduan, kan bisa-bisa sewaktu-waktu dia sakau," ungkap Jon.
"Nah, siapa yang tanggung jawab? Karena dia enggak pernah diobatin," tambahnya.
Jon Mathias menilai, pihak berwenang seolah lupa dengan rekam jejak Ammar sebagai penyalahguna narkotika yang membutuhkan penanganan medis, bukan sekadar pengamanan super ketat.
Sang advokat pun menegaskan, jika terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa kliennya di dalam sel tersebut, maka pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) harus bertanggung jawab penuh.
"Kalau terjadi apa-apa nanti, Bang Ammar, ya berarti kalau, ya Dirjenpas itu yang tanggung jawab," pungkasnya.
Berita Terkait
-
'Gue Enggak Sanggup!' Jeritan Hati Ammar Zoni usai Dipindah ke Nusakambangan
-
Mata Ditutup dan Tangan Kaki Diikat, Ammar Zoni Resmi Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan
-
Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan
-
Ammar Zoni Gandeng Pengacara Baru, Siap Ajukan PK atas Vonis 7 Tahun
-
Nasib Ammar Zoni setelah Vonis: Masihkah Harus Mendekam di Penjara High Risk Nusakambangan?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Kasus Pindah ke Kejagung, Status Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tetap Dicekal Imigrasi
-
Bukan Cuma Nonton Konser Musik, Ini 3 Destinasi Wajib Mampir Saat Kamu ke Jazz Gunung Bromo 2026
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Valuasi Murah dan Dividen Tetap Menarik
-
Dirjen Imigrasi Pastikan Status Cekal Febrie Adriansyah Masih Berlaku
-
Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak
-
4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight