Suara.com - Perjalanan Fatima Bosch menuju mahkota Miss Universe 2025 menjadi salah satu kisah paling dramatis karena kontroversi besar yang menimpanya sejak pra-acara.
Insiden penghinaan yang ditujukan kepadanya memicu aksi walkout dan membuat namanya langsung menguasai percakapan publik internasional secara luas.
Meski tekanan besar menghampirinya, Fatima justru menunjukkan ketenangan luar biasa dengan mempertahankan sikap profesional dan martabat dirinya sebagai kontestan.
Perjalanan menuju kemenangan akhirnya menjadi pembuktian bahwa integritas dan keberanian lebih kuat daripada kontroversi yang mencoba menjatuhkannya.
Latar Belakang Fatima Bosch
Lahir di Tobasco, Fatima Bosch tumbuh sebagai pribadi yang kuat sejak kecil karena dia harus berjuang menghadapi disleksia dan ADHD yang memengaruhi proses belajarnya.
Tekanan yang dialaminya sepanjang masa pendidikan membantu membentuk karakter yang tegar dan berprinsip, termasuk saat menghadapi kritik di panggung internasional.
Fatima Bosch mencatat sejarah sebagai perempuan pertama dari Tabasco yang memenangkan mahkota Miss Universe Meksiko sebelum melaju ke panggung internasional.
Perempuan berusia 25 tahun ini adalah lulusan studi desain busana di Universidad Iberoamericana, NABA Milan, dan Lyndon Institute Amerika Serikat.
Aksi Walkout yang Mengguncang Miss Universe 2025
Kontroversi besar meledak ketika Fatima ditegur di depan peserta lain dalam siaran langsung oleh Nawat Itsaragrisil pada acara pra-penobatan.
Insiden semakin memanas setelah dia diduga disebut "bodoh," meski Nawat kemudian membantah dan menyebut hanya mengatakan kata "merugikan."
Fatima yang merasa martabatnya dilanggar memilih walkout sebagai bentuk protes bersama Miss Universe 2024, Victoria Kjaer Theilvig.
Aksi itu memicu gelombang solidaritas, di mana beberapa kontestan ikut meninggalkan ruangan sebagai dukungan terhadap Fatima.
Respons MUO dan Sorotan Dunia Terhadap Insiden Walkout
Organisasi Miss Universe segera mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk insiden tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
MUO juga membatasi peran Nawat dalam ajang itu dan menegaskan komitmen menjaga lingkungan yang aman bagi seluruh kontestan.
Publik global memberikan dukungan besar kepada Fatima yang dianggap berani menunjukkan sikap tegas terhadap perlakuan tidak profesional.
Berita Terkait
-
7 Fakta Menarik Fatima Bosch, Pemenang Miss Universe 2025 Asal Meksiko
-
Selamat! Fatima Bosch Juara Miss Universe 2025, Momen Bersejarah untuk Meksiko
-
6 Kontroversi Miss Universe 2025 yang Menggemparkan Ajang Kecantikan Dunia
-
Viral Momen Miss Israel Diduga Tatap Sinis Miss Palestina di Miss Universe 2025
-
Profil Fatima Bosch, Miss Meksiko 2025 yang Walk Out Usai Dihina 'Bodoh'
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Mens Rea Pandji Terancam Dihapus? Ini 4 Konten Netflix yang Pernah Di-Takedown Pemerintah
-
Diterpa Isu Terlantarkan Anak Kandung, Denada Posting Momen Mengharukan
-
Telan Biaya Rp85 Miliar, Papa Zola The Movie Janjikan Kualitas Visual Sekelas Hollywood
-
Heboh Riders Fajar Sadboy Minta Alphard Hingga Dior, Asli atau Settingan?
-
Alasan Netflix Tak Hapus Mens Rea Pandji Pragiwaksono Meski Ada Laporan Polisi
-
Geram Fisik Anaknya Dibully Buntut Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Ancam Lapor Polisi
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Hubungannya dengan Tompi, setelah Kena Kritik Sang Dokter Bedah
-
Film Surat ke-8 Angkat Potret Gap Generasi Lewat Akting Aurora Ribero dan Arief Didu
-
Sinopsis How to Become a Tyrant di Netflix: Membongkar "Buku Panduan" Diktator Paling Kejam
-
Reuni 13 Tahun, Rio Dewanto dan Michelle Ziudith Kuras Emosi di Sinetron Jejak Duka Diandra