- Diaspora Iran di London menggelar pesta jalanan merayakan kematian Ayatollah Khamenei dengan bendera Monarki Iran.
- Para demonstran, mayoritas pendukung Reza Pahlavi, secara terbuka mengonsumsi alkohol sebagai bentuk pembangkangan politik.
- Aksi di London ini merupakan pergeseran dari protes menjadi perayaan yang menuntut perubahan rezim dan kebebasan gaya hidup.
Suara.com - Suasana di beberapa titik pusat kota London berubah menjadi lautan bendera "Singa dan Matahari" (simbol era Monarki Iran) akhir pekan ini, setelah pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel.
Ratusan warga diaspora Iran yang terdiri dari pendukung setia Pahlavi dan kelompok oposisi anti-Republik Islam turun ke jalan untuk menggelar aksi yang tidak biasa: sebuah pesta jalanan besar-besaran.
Massa yang berkumpul didominasi oleh pendukung Reza Pahlavi, putra mahkota Iran yang kini hidup di pengasingan.
Mereka merayakan semangat perlawanan terhadap pemerintahan teokrasi di Teheran dengan musik, tarian, dan sorak-sorai yang menuntut perubahan rezim di tanah air mereka.
Pemandangan yang paling mencolok dalam aksi ini adalah banyaknya demonstran yang secara terbuka mengonsumsi minuman beralkohol di ruang publik.
Di bawah bayang-bayang gedung-gedung ikonik London, botol-botol bir dan gelas-gelas anggur diangkat tinggi-tinggi sebagai bentuk "pembangkangan sipil" simbolis.
Bagi para peserta, mengonsumsi alkohol bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan pernyataan politik yang tajam.
Di bawah hukum Republik Islam Iran, konsumsi alkohol dilarang keras dan dapat dihukum cambuk atau penjara.
Dengan meminumnya secara terbuka di London, mereka ingin menunjukkan kontras antara gaya hidup sekuler yang mereka dambakan dengan aturan ketat yang diterapkan oleh para mullah di Teheran.
Baca Juga: Iran Terharu Tapi Bingung, Banyak Warga China 'Maksa' Kirim Uang Buat Lawan Israel-AS
"Kami di sini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa rakyat Iran menginginkan kebebasan untuk memilih cara hidup mereka sendiri," ujar salah satu demonstran yang mengenakan kaos bergambar Reza Pahlavi.
"Minum di sini adalah simbol bahwa kami menolak ideologi yang dipaksakan kepada kami selama lebih dari empat dekade."
Slogan-slogan yang memuji dinasti Pahlavi menggema di sepanjang jalan.
Banyak dari mereka yang hadir meyakini bahwa Reza Pahlavi adalah sosok pemersatu yang mampu memimpin transisi Iran menuju demokrasi sekuler atau monarki konstitusional.
"Reza Pahlavi mewakili identitas nasional kami yang dirampas pada tahun 1979," kata seorang aktivis senior yang telah menetap di London selama 20 tahun.
"Pesta ini adalah perayaan harapan bahwa suatu hari nanti, kami bisa melakukan hal yang sama di jalanan Teheran tanpa rasa takut."
Berita Terkait
-
Iran Terharu Tapi Bingung, Banyak Warga China 'Maksa' Kirim Uang Buat Lawan Israel-AS
-
Aksi Bentang Bendera Iran Warnai Kebebasan Delpedro Marhaen Cs dari Dakwaan Kasus Aksi Agustus
-
Tak Diajak Perang, Kim Jong Un Tes Kapal Perusak Nuklir di Tengah Konflik Iran-AS
-
Kemlu Mulai Evakuasi WNI dari Iran Hari Ini, Tahap Pertama Lewat Azerbaijan
-
Prediksi 2024 Akurat, Profesor Jiang Xueqin Perkirakan AS dan Arab Saudi Serang Iran 2027
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Diajak Main Film, Kegigihan Barista Disabilitas Pukau Baim Wong
-
Bikin Mikir Keras! Teori Arti Nomor Seragam Napi di Film Ghost in the Cell
-
Viral Nenek Aniaya Cucu hingga Tewas, Tak Dibenarkan tapi Dikasihani
-
5 Rekomendasi Drakor Tema Monarki Konstitusional, Perfect Crown Jadi Trending
-
Siswa SMP di Sumedang Putus Sekolah dan Harus Jualan Ayam Goreng Tepung
-
Viral Gadis Kelas 2 SMA dari Luar Kota Datangi Rumah Pacar, Ternyata Sudah Beristri dan Anak
-
3 Point Kronologi Ruben Onsu Diduga Kena Tipu Miliaran Rupiah Gara-Gara Bisnis Mukena
-
4 Drama Korea Thriller 2026 yang Siap Bikin Tegang dari Awal sampai Akhir
-
Proud Mary: Pembunuh Bayaran Berubah Jadi Pelindung, Malam Ini di Trans TV
-
Baim Wong Libatkan Ratusan Warga Lokal di Film Semua Akan Baik-Baik Saja