Entertainment / Film
Rabu, 10 Juni 2026 | 22:00 WIB
Shanty, salah satu pemain film Takkan Kubiarkan Kau Menangis yang digelar di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur pada Rabu, 10 Juni 2026 [Suara.com/Tiara Rosana].
Baca 10 detik
  • Shanty menangis saat menyaksikan trailer Takkan Kubiarkan Kau Menangis.
  • Film tersebut mengingatkannya pada mendiang ibunya yang dulu melarangnya menjadi penyanyi.
  • Takkan Kubiarkan Kau Menangis dijadwalkan tayang pada 16 Juli 2026.

Suara.com - Aktris sekaligus penyanyi Shanty tak kuasa menahan haru saat menyaksikan trailer film Takkan Kubiarkan Kau Menangis untuk pertama kalinya.

Bukan hanya karena perannya sebagai seorang ibu menjadi kunci cerita, melainkan juga film tersebut mengingatkannya pada kisah pribadinya bersama sang ibu yang telah meninggal dunia.

Momen itu diungkap dalam konferensi pers film Takkan Kubiarkan Kau Menangis di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur pada Rabu, 10 Juni 2026.

Shanty mengaku sempat terkejut saat melihat trailer film garapan Ferly Halim tersebut. Dia awalnya mengira cerita akan lebih banyak berpusat pada perjalanan anak-anak band yang menjadi karakter utama.

"Ini sebenarnya sih jujur, saya juga nggak nyangka trailernya kok banyak sayanya gitu. Saya pikir pemeran utamanya anak-anak band ini," kata Shanty.

Namun seiring pengembangan cerita, tokoh ibu yang diperankannya justru menjadi salah satu pusat konflik dalam film.

Menurutnya, perjuangan para remaja dalam mengejar mimpi bermusik juga dibarengi dengan perjuangan mendapatkan restu dari orang tua.

"Tapi memang setelah jalannya pengembangan skrip, emang tokoh ibunya ini jadi kunci. Bahwa anak-anak band ini selain struggling sama membuat kariernya di dunia musik, tapi juga struggling dengan meminta izin dari orang tua," ujarnya.

Bagi Shanty, cerita dalam film tersebut terasa sangat dekat dengan pengalaman hidupnya sendiri. Dia mengenang bagaimana almarhumah ibunya dulu sempat menahan keinginannya untuk berkarier di dunia hiburan.

Baca Juga: Harga Avtur Naik, Anggota DPR Shanty Alda Ingatkan Dampaknya pada Transportasi dan Konektivitas

"Aku jujur terharu banget, tadi melihat trailernya aja aku udah berkaca-kaca. Karena kayak tadi aku bilang, aku tuh jadi POV almarhumah mama," tuturnya.

"Ibu saya tuh dulu nggak ngizinin (Shanty jadi penyanyi) gitu. Jadi saya tuh ditahan, ditahan, ditahan terus sampai saya pertama kali menang AMI Awards sebagai Best New Singer, itu akhirnya baru ibu bilang, 'Sok Neng, buktikan. Ya udah, terbang sana'," lanjut Shanty.

Kesamaan itulah yang membuat trailer film tersebut membawa Shanty pada banyak kenangan tentang sosok ibunya. Bahkan saat diminta menuliskan pesan untuk sang ibu dalam acara peluncuran film, emosinya kembali tersentuh.

"Kalau ibu saya masih hidup, ini pasti ibu tuh paling depan. Pasti ibu saya tuh suporter saya paling utama, paling duluan nonton, paling ngajakin teman-temannya. Malah mungkin nobar satu Sukabumi," ujarnya sambil menangis.

Menutup pernyataannya, Shanty berharap sang ibu yang telah tiada dapat melihat perjalanan kariernya dari tempat terbaik.

"Mudah-mudahan ibu melihat saya dari surga, bangga sama anaknya. Amin," ujar Shanty.

Load More