Suara.com - Direktur Eksekutif Alzheimer Indonesia (ALZI) DY Suharya mengatakan perempuan lebih berisiko terkena alzheimer daripada pria.
Suharya dalam diskusi yang bertajuk "Pentingnya Mengetahui" di Jakarta, Selasa (23/9/2014), mengatakan, faktor yang mempengaruhi perempuan berisiko, yakni faktor hormonal.
"Berdasarkan pengalaman saya, berdasarkan apa yang saya temui, perempuan lebih berisiko karena perempuan itu lebih cenderung sering stres," katanya.
Dia mengatakan perempuan dengan kecenderungan stres perempuan lebih tinggi dengan adanya siklus menstruasi dan faktor hormonal lainnya.
Selain itu, pada umumnya gejala alzheimer mulai terlihat pada masa setelah menopause.
"Sifat-sifat sensitif, mudah tersinggung itu lah yang banyak pada perempuan dan jangan lah terus-menerus dipelihara," katanya.
Suharya, yang ibunya juga penderita alzheimer, memaparkan alzheimer umumnya diketahui dari 10 gejala, di antaranya yang pertama gangguan daya ingat, yakni sering lupa akan kejadian yang baru saja terjadi, seperti lupa janji, menanyakan dan menceritakan hal yang sama berulang kali dan lupa tempat parkir.
Kedua, dia mengatakan, sulit fokus dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, seperti lupa cara memasak, mengoperasikan telepon atau telepon genggam, tidak dapat melakukan perhitungan sederhana dan bekerja dengan waktu yang lebih lama dari biasanya.
Ketiga, sulit melakukan kegiatan yang familiar, seperti seringkali sulit merencanakan dan menyelesaikan tugas sehari-hari, bingung cara mengemudi dan sulit mengatur keuangan.
Keempat, yakni disorientasi yang bisa diindikasikan dengan bingung akan waktu (hari/tanggal/hari penting), bingung dimana berada dan bagaimana mereka sampai di sana, tidak tahu jalan pulang kembali ke rumah.
Kelima, kesulitan memahami visuopasial, artinya sulit membaca, mengukur dan menentukan jarak, membedakan warna, tidak mengenal wajah di cermin, menabrak cermin dan menuangkan air di gelas, namun tumpah.
Keenam, gangguan berkomunikasi, seperti kesulitan berbicara dan mencari kata yang tepat dan seringkali berhenti di tengah percakapan dan bingung untuk melanjutkannya.
Ketujuh, menaruh barang tidak pada tempatnya, misalnya lupa meletakkan sesuatu, bahkan kadang curiga ada yang mencuri atau menyembunyikan barang tersebut.
Kedelapan, salah membuat keputusan yang bisa ditunjukkan dengan berpakaian tidak serasi, tidak dapat memperhitungkan pembayaran dan tidak dapat merawat diri dengan baik.
Kesembilan, menarik diri dari pergaulan, yakni tidak memiliki semangat atau pun inisiatif untuk melakukan aktivitas dan hobi yang diminati dan tidak terlalu semangat untuk berkumpul dengan teman-temannya.
Terakhir, yakni perubahan perilaku dan kepribadian, yakni emosi berubah secara drastis, menjadi bingung, curiga, depresi, takut atau tergantung yang berlebihan pada anggota keluarga, mudah kecewa dan putus asa baik di rumah maupun di pekerjaan. (Antara)
Berita Terkait
-
Berkah Pion di Warung Kopi: Ketika Perang di Papan Hitam Putih Ternyata Bisa Lawan Pikun
-
Studi Mengungkapkan Bahwa Olahraga di Usia Lanjut Turunkan Risiko Demensia
-
Ulasan Buku Granny Loves to Dance: Saat Nenek Tercinta Terkena Alzheimer
-
Cegah Demensia di Usia Senja: Ini Rahasia Menjaga Ketajaman Otak!
-
Awas Tsunami Perak! Cegah Alzheimer dengan Strategi Jitu Ini
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI