Suara.com - Poligami atau kondisi di mana seorang laki-laki memiliki istri lebih dari satu ternyata memiliki efek baik bagi kesehatan. Penelitian baru menunjukkan bahwa praktik berbagi suami mungkin dalam beberapa kondisi bisa membuat anggota keluarga di dalamnya lebih sehat dan sejahtera.
Untuk mendapatkan temuan ini para peneliti membandingkan rumah tangga yang melakukan poligami dan monogami di 56 desa bagian utara Tanzania. Di sana poligami banyak dilakukan kelompok etnis tertentu, termasuk Maasai.
Peneliti menemukan rumah tangga yang melakukan poligami memiliki akses yang lebih baik untuk kesehatan dan kemakmuran. Rumah tangga poligami juga biasanya memiliki lebih banyak hewan ternak, hasil kebun dan tanah dibandingkan rumah tangga monogami.
"Jika Anda memiliki pilihan dari seorang lelaki yang memiliki 180 sapi, banyak tanah dan banyak istri, mungkin lebih baik bagi Anda untuk menikahinya daripada lelaki lajang tapi hanya punya tiga ekor sapi dan satu rumah," kata Davis, salah satu peneliti Monique Borgerhoff Mulder dari University of California, AS.
Penelitian ini menyoroti pentingnya konteks lokal dalam mempelajari implikasi kesehatan dari praktek-praktek budaya seperti poligami dan beranggapan bahwa melarang poligami bisa merugikan perempuan dengan membatasi pilihan pernikahan mereka. (Zeenews)
Tag
Berita Terkait
-
KUHP Baru Mulai Berlaku, Nikah Siri dan 'Kumpul Kebo' Kini Diancam Penjara 6 Tahun
-
Awas! Nikah Siri dan Poligami Bakal Dipenjara, Ini Aturan Lengkap KUHP Baru
-
Ikut Geregetan, Marion Jola Turut Roasting Insanul Fahmi: Tau Diri!
-
Sarankan Istri Sah 'Berlomba' dengan Pelakor, Buya Yahya Dituding Warganet Normalisasi Selingkuh
-
Usai Poligami dengan Inara Rusli, Insanul Fahmi Janji Terus Melindungi Mawa
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?