Suara.com - Diabetes melitus adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Itu sebabnya penyakit ini juga dikenal dengan sebutan kencing manis.
Data Indonesia Diabetes Federation menyebutkan, Indonesia menempati urutan ke-7 dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Sebagian besar kasus diabetes melitus (DM) yang ada di Indonesia merupakan DM tipe 2, disebabkan faktor gaya hidup tak sehat.
Lalu apa saja gejala yang harus diwaspadai jika mengidap diabetes melitus? Medical Manager PT Kalbe Farma, dr Pande Made Satrya DP mengatakan bahwa masyarakat bisa dengan mudah mengenali gejala diabetes melalui kondisi 4P, antara lain polidpsi, poliuri, polifagia, dan penurunan berat badan secara drastis.
Polidipsi, tambah dr Pande, merupakan rasa haus berlebihan meski seseorang sudah minum banyak dan dalam kondisi tidak dalam aktivtas yang melelahkan. Sedangkan poliuri, merupakan kondisi dimana seseorang sering kencing terutama di malam hari.
Polifagia, merujuk pada kondisi rasa lapar yang muncul lebih sering meski seseorang sudah makan.
"Sedangkan untuk penurunan berat badan pada penderita diabetes itu sifatnya drastis. Kalau turun 5-10 kilogram per bulan kita harus curiga, apalagi jika disertai dengan rasa haus, sering kencing dan terus merasa lapar," ujar dr Made pada media workshop Peringatan Hari Diabetes, Senin (17/4/2017).
Jika mengalami gejala diatas, dr Made menghimbau agar seseorang melakukan pemeriksaan gula darah untuk mendeteksi ada tidaknya risiko diabetes. Beberapa pemeriksaan yang bisa mendeteksi diabetes antara lain tes HbA1C, tes gula darah puasa, atau tes gula darah setelah makan.
"Untuk tes HbA1C, seseorang dikatakan mengalami diabetes jika memiliki nilai diatas 6.5 persen. Untuk tes glukosa darah puasa maka jika nilainya diatas 126 mg/dL maka seseorang bisa dikatakan menderita diabetes, dan untuk tes gula darah setelah makan jika nilainya diatas 200 mg/dL maka pasien dikatakan diabetes," tambah dia.
Ketika seseorang didiagnosis mengalami pre-diabetes, dr Made mengatakan bahwa sebenarnya komplikasi pada bagian makrovaskuler atau pembuluh darah besar yang memicu stroke dan serangan jantung telah berjalan.
Baca Juga: Alamak! Baru Delapan Bulan, Bobot Bayi Ini 17 Kilogram
"Makanya saya bilang diabetes bukan terjadi baru kemarin, tapi sudah berlangsung lama. Ketika pasien menderita diabetes maka tidak hanya terjadi kompikasi makrovaskuler tapi juga mikrovaskuler atau di pembuluh darah kecil seperti mata kabur, gangguan neuropati dan lainnya," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar