Suara.com - Pertemuan antara Badan Perlindungan Konsumen Nasional atau BPKN dengan Kementerian Kesehatan dan BPJS, mengungkap ada sekitar 182 juta masyarakat Indonesia yang sudah terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga periode semester pertama 2017 ini. Dari jumlah tersebut, 177.7 juta jiwa diantaranya telah mendapatkan pelayan JKN.
Meski sudah semakin besar dan meng-cover lebih dari separuh penduduk Indonesia, Direktur Kepatuhan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS, Bayu Wahyudi mengatakan jika ada missed map yang mencapai Rp9 triliun.
"Ini perkiraan. Sehingga kita harus berupaya dalam tahun ini dalam waktu dekat ingin ada bantuan pemerintah sebanyak Rp3 triliunan," terang Bayu di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (25/9/2017).
Sesuai UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, kata Budi, ada prinsip kehati-hatian yang perlu dijaga jika menyangkut pembayaran program JKN dari BPJS kepada rumah sakit yang bersangkutan.
"Ada prinsip kehati-hatian, efisien, transparan, accountable dan amanat gotong royong. Sifatnya wajib dan keuntungannya untuk kepentingan peserta. Untuk membayar rumah sakit, harus ada verifikasi oleh verifikator. Kalau memang lengkap, tagihan tentu dibayarkan," tambahnya.
Dia mengungkapkan, hal ini bisa terjadi karena adanya pembayaran iuran yang tidak sesuai selama 3.8 tahun program JKN berjalan.
"Ini sudah diprediksikan dan diperhitungkan. Mungkin ada solusianya. Kita juga ingin program ini (JKN) harus berkesinambungan," ucapnya.
Untuk itu, Budi melalui BPJS memiliki tiga fokus utama, yaitu finansial harus tetap berlangsung, peserta BPJS harus mendapatkan kepuasan, dan pada satu Januari 2018, seluruh penduduk Indonesia harus sudah wajib mengikuti program JKN.
Dalam kesempatan yang sama, Budi juga meminta masyarakat untuk patuh membayar iuran BPJS sebagai upaya gotong-royong membantu sesama.
Baca Juga: BPKN, Kemenkes, BPJS dan Kemendag, Bahas Pelayanan Kesehatan
"Ini mental yang harus kita ubah. Kita juga sifatnya tidak mencari keuntungan, sesuai prinsip yang ada," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian