Suara.com - Jika Anda masih memandang tempe sebelah mata, maka buang jauh-jauh anggapan ini. Panganan khas Indonesia yang mudah ditemukan ini ternyata menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan.
Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi Departemen Gizi Masyarakat- FEMA IPB, Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS mengatakan bahwa tempe kaya serat dan memiliki kandungan vitamin B12 yang kerap ditemukan pada daging. Bagi kaum hawa, tempe memiliki khasiat dalam mencegah risiko osteoporosis dan pikun.
"Untuk para ibu saya anjurkan konsumsi tempe minimal 140 gram sehari. Selain dapat mencegah osteoporosis, tempe juga dapat mencegah perempuan dari kerusakan amiloloid yang membuat cepat pikun. Kalau nggak mau cepet pikun, makan tempe," ujar dia di sela-sela Jelajah Gizi 2017 yang dihelat Nutricia Sarihusada di Desa Sanan, Malang, belum lama ini.
Namun berlebihan mengonsumsi tempe, kata Prof Ahmad, juga dapat mendatangkan risiko lainnya seperti kanker payudara. Alasannya tempe dapat merangsang produksi hormon estrogen sehingga berisiko mendorong pertumbuhan sel kanker.
"Intinya yang berlebihan tidak baik. Makanya konsumsi 140 gram tempe per hari sudah cukup memenuhi kebutuhan serat, protein dan vitamin B12. Pilih cara pengolahan yang sehat seperti dikukus agar zat gizinya tetap terjaga," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru