Suara.com - Sebuah kejadian langka sempat menggemparkan dunia medis. Saat itu, seorang anak lelaki berusia 4 tahun asal India mengalami batuk dengan suara siulan.
Dokter anak yang memeriksanya menjuluki kasus ini sebagai "batuk bersiul". Kasus ini pun baru-baru ini dipublikasikan oleh The New England Journal of Medicine.
Dari hasil pemindaian X-ray, paru-paru kiri bocah tersebut mengalami hiperinflasi atau penggembungan. Biasanya, hiperinflasi disebabkan oleh sesuatu yang menghalangi saluran udara ke paru-paru.
Untuk memastikan benda tersebut, para dokter kemudian melakukan bronkoskopi, sebuah prosedur memasukkan tabung tipis ke paru-paru.
Setelah melakukan bronkoskopi, dipastikan bahwa terdapat sebuah peluit kecil di dalam paru-parunya. Tampaknya, ia secara tak sengaja menelannya.
Menurut Dr. Pirabu Sakthivel dari All India Institute of Medical Sciences, sebuah benda yang masuk ke paru-paru biasanya menimbulkan suara berisik, bukan siulan.
"Kehadiran benda asing di saluran udara cukup umum terjadi. Namun, batuk bersiul sangatlah jarang, katanya.
Setelah peluit dikeluarkan oleh para dokter, paru-paru anak itu bisa kembali normal. Setahun kemudian, anak itu dilaporkan dalam kondisi yang sehat. [Livescience]
Baca Juga: Kesaksian : 3 Pendaki Asal India Sebut Puncak Rinjani Longsor
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini