Suara.com - Nyinyir kekinian memiliki konotasi negatif tentang kebiasaan membicarakan orang lain. Muncul pertanyaan, apakah orang yang doyan nyinyir tandanya mengalami gangguan jiwa?
Merangkum dari berbagai sumber, komentar negatif umumnya dilandasi oleh rasa iri dan dengki terhadap kesuksesan atau kekayaan orang lain. Biasanya perilaku nyinyir lebih banyak terjadi di media sosial daripada lingkungan sosial.
Alasannya pun beragam, namun yang utama karena sang pelaku nyinyir tidak bertatap muka langsung dengan si korban. Jadi mereka lebih berani dalam berkomentar pedas, tanpa mengira-ngira apakah itu menyakitkan atau tidak.
Iri adalah perasaan manusiawi yang wajar terjadi. Namun yang menjadi masalah adalah ketika perasan iri itu tidak terkontrol dan berubah menjadi hal yang negatif, seperti menghina orang di media sosial.
Apabila perasaan iri ini dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan pikiran negatif semakin menguasai dan rasa bersyukur akan semakin sulit masuk. Dampaknya orang itu akan selalu berusaha mencari sisi negatif dan kebusukan orang lain.
Namun sebenarnya, kebiasaan nyinyir bukanlah bentuk dari gangguan jiwa, melainkan murni variasi dari sifat manusia. Meski demikian, nyinyir bisa jadi merupakan salah satu watak orang yang mengalami gangguan jiwa, seperti gangguan kepribadian atau bipolar.
Ingin tahu lebih banyak soal nyinyir dan gangguan jiwa? Simak di HiMedik ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial