Suara.com - Pengguna obat antidepresan agaknya perlu waspada. Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRIs), merupakan salah satu kelas obat yang banyak diresepkan untuk mengobati depresi. Obat itu telah terbukti membawa risiko peningkatan perdarahan internal secara signifikan.
Nama dagang obat dalam kelas SSRI termasuk di antaranya adalah Prozac, Celexa, Paxil dan Zoloft. Dilansir Himedik dari Healthline, menurut tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of American Osteopathic Association pada bulan ini, pasien yang memakai antidepresan ini 40 persen lebih mungkin mengalami pendarahan gastrointestinal yang parah.
Risiko tersebut meningkat ketika aturan penggunaan SSRI dikombinasikan dengan penghilang rasa sakit yang dijual bebas.
Wei Cheng Yuet, PharmD, asisten profesor farmakoterapi di University of North Texas dan penulis utama penelitian, mengatakan kepada Healthline bahwa pasien harus mengetahui informasi ini, dan menimbang risiko dan manfaat sebelum mengambil SSRI.
"Di klinik kedokteran keluarga saya, sebagian besar pasien menyadari efek samping SSRI yang umum, tetapi bukan efek samping yang parah seperti peningkatan risiko perdarahan, yang membawa peringatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA)," katanya.
"Saya ingin tahu apakah obat tertentu dalam kelas SSRI memiliki kemungkinan efek samping yang lebih tinggi, sehingga saya dapat menasihati pasien saya dengan benar."
Di lain sisi, SSRI adalah kelas obat yang menarik dan merupakan salah satu obat yang paling sering diresepkan untuk mengobati depresi, tetapi bagaimana cara kerjanya belum bisa dipahami.
Diyakini bahwa obat tersebut membatasi reabsorpsi (pengambilan kembali) serotonin ke dalam sel, yang meningkatkan kadar serotonin.
Tingkat serotonin yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan rasa kesejahteraan yang lebih tinggi, sehingga tidak heran bahwa obat ini sering digunakan untuk memerangi depresi.
Baca Juga: FDA Imbau Orangtua Tak Berikan Dot Berisi Madu ke Bayi, Ini Alasannya
Kegunaan lain untuk obat-obatan yang relatif murah ini termasuk mengobati gangguan kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan stres pasca-trauma, dan gangguan seksual tertentu.
Namun, daftar efek samping yang terkait dengan SSRI cukup kuat untuk membuat calon pasien berpikir dua kali menggunakannya.
Salah satu efek samping yang lebih umum dari SSRI sekaligus alasan utama banyak pasien menghentikan penggunaannya adalah disfungsi seksual pada pria dan wanita.
Pada akhirnya, ada beberapa cara SSRI memengaruhi perdarahan. Ketika dikombinasikan dengan antikoagulan atau obat antiplatelet (seperti aspirin), ada peningkatan risiko perdarahan gastrointestinal (GI).
Yuet mengatakan dokter dan apoteker umumnya sangat menyadari risiko ini, bahkan jika banyak pasien cenderung melihat SSRI sebagai obat yang tidak berbahaya.
"Ada beberapa obat bebas yang diketahui meningkatkan risiko perdarahan, yang berpotensi berbahaya ketika diberikan SSRI," jelasnya.
Berita Terkait
-
Idap Kanker Stadium Akhir, Jo Bisa Bertahan dan Hamil 8 Tahun Kemudian
-
Wanita yang Jadi Apoteker Gadungan Telah Bekerja 10 Tahun, Warga Resah
-
Tak Hanya Sembelit, Gangguan Pencernaan Juga Bisa Memicu Depresi
-
Depresi Dapat Merusak Kehidupan Seks, Begini Cara Mengatasinya
-
Datangi IGD, Gadis Remaja Buat Heboh Rumah Sakit karena Minta Disuntik Mati
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun