Suara.com - Tak Percaya Vaksin, Dokter Ini Mengaku Bisa Palsukan Dokumen Vaksinasi
Sejumlah negara memiliki peraturan ketat soal vaksinasi agar bisa masuk ke negara tersebut. Arab Saudi, tempat melaksanakan ibadah haji umat Islam, merupakan salah satu negara yang memiliki peraturan terketat soal vaksinasi.
Untuk bisa masuk ke Arab Saudi dan naik haji, setiap orang wajib melampirkan dokumen vaksinasi. Namun seorang dokter mengaku bisa memalsukan dokumen tersebut bagi orang yang tidak percaya vaksin.
Untuk memalsukan ini, mereka harus membayar sekitar Rp 1,8 juta. Tentu denda ini sangat rendah jika dibandingkan dengan ancaman penyakit yang bisa diberikan kepada orang lain.
"Saya dan keluarga saya melakukan umrah dua tahun lalu tanpa mendapatkan vaksin meningokokus," ujar Muhammad Quddus, salah seorang peserta haji dari Malaysia, dikutip Himedik dari World of Buzz.
Dokter tersebut menjelaskan agen perjalanannya akan melayani mereka yang menolak untuk mendapat suntikan imunisasi sebelum pergi ke kota-kota suci.
Warga Malaysia lain, Maimunah Ishak (45) mengungkapkan dia menggunakan perantara untuk memalsukan surat kesehatannya.
Dia mengatakan, "Masalahnya adalah membuat seseorang menandatangani buklet vaksinasi kami. 'Setelah berbulan-bulan mencari, kami akhirnya menemukan ustaz yang mengelola agen perjalanan.
Ia bersedia melakukannya untuk kami, tetapi kami harus membayar masing-masing Rp 1,8 juta, " tuturnya.
Baca Juga: Politisi PDIP Duga Cuitan Kontroversial Andi Arief karena Nyabu
Ini bisa berarti bahwa orang-orang Malaysia akan berpotensi besar terpapar pada banyak penyakit menular saat pergi ke daerah yang padat penduduk selama ziarah.
Mereka kemudian akan membawa penyakit ini ke rumah dan menginfeksi orang-orang di sekitar mereka.
Seorang pejabat senior yang tidak disebutkan namanya juga menjelaskan bahwa pihak berwenang sebenarnya menyadari tindakan keji tersebut.
Dia berkata, "Kami menyadari bahwa pengaturan seperti itu melibatkan praktisi medis, tetapi bagaimana hal itu benar-benar dilakukan, kami tidak tahu."
Suka atau tidak suka, gerakan anti-vaksinasi telah menyebar dengan cepat baru-baru ini. Gerakan tak berdasar ini akan menempatkan kita dalam risiko tertular penyakit berbahaya.
Padahal vaksin jusru bisa menyelamatkan kita dari paparan infeksi dan penyakit berbahaya. (Himedik/Yuliana Sere)
Tag
Berita Terkait
-
Pekerjaan TNI Hilangkan Nyawa, Prabowo: Profesi di Kesehatan Lebih Mulia
-
Ternyata Ini Alasan Dokter Mengenakan Baju Biru atau Hijau Saat Operasi
-
Berkat Naluri Ibu, Gadis 8 Tahun Ini Ketahuan Sakit Kanker Darah
-
Naik Pesawat Bikin Telinga Tuli Sementara, Ini Kata Dokter
-
Sosialisasi Pelayanan Rujukan BPJS, RS Siloam Diskusi Bareng Dokter FKTP
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia