Suara.com - Heboh Hepatitis A di Pacitan, Dokter Tekankan Pentingnya Cuci Tangan.
KLB Hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengakibatkan lebih dari 820 orang dirawat di rumah sakit. Disampaikan Prof. Ari Fahrial Syam selaku akademisi dan praktisi kesehatan, infeksi Hepatitis A merupakan infeksi yang endemis di masyarakat.
Ia mengatakan jumlah kasus biasanya akan meningkat di akhir musim kemarau dan di awal musim penghujan seperti yang terjadi saat ini. Hepatitis A sendiri merupakan infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A. Virus ini ditularkan melalui makanan dan minuman dan juga melalui kontak langsung.
"Kasus hepatitis A yang menyebabkan KLB, biasanya berhubungan dengan makanan atau minuman yang tercemar. Karena sebenarnya tidak mudah untuk tertular dari satu orang ke orang lain yang hanya bertemu di kampus," ujar Prof Ari dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Sabtu (29/6/2109).
Pasien dengan hepatitis A, lanjut Prof Ari, umumnya kulitnya berubah menjadi kekuningan. Urin juga berwarna kuning kecokelatan seperti air teh. Gejala yang timbul bisa ringan sampai berat bahkan jika terjadi hepatitis fulminan akibat virus hepatitis A ini dapat menyebabkan kematian.
"Sebelumnya pasien mengalami common cold, seperti orang yang mengalami gejala flu, sakit2 badan, mual dan kadang disertai muntah, nafsu makan menurun dan lemas. Pasien juga merasakan nyeri di perut kanan atas karena memang pasien dengan infeksi hepatitis A yang meradang adalah livernya yang sebagian besar berada di perut kanan atas," imbuhnya.
Pemeriksaan laboratorium pada pasien terinfeksi virus hepatitis A, kata Prof Ari akan menunjukkan peningkatan kadar bilirubin dan peningkatan yang tinggi dari SGOT dan SGPT. Pemeriksaan antibodi terhadap virus hepatitis A (anti HAV) dapat memastikan bahwa seseorang tersebut terjangkit infeksi hepatitis A.
Virus hepatitis A ini umumnya menimbulkan gejala jika sudah terinfeksi 2-6 minggu. Pasien yang terinfeksi kata Prof Ari bisa sembuh total jika mendapat istirahat yang cukup. Obat-obat yang diresepkan dokter sifatnya hanya menghilangkan gejala yang muncul seperti demam atau mual.
"Obat suplemen hati juga kadang diresepkan untuk mengurangi peradangan hati yang terjadi. Pasien memang perlu diisolasi dan jangan tidur sekamar dengan orang sehat, di RS pun biasanya pasien tidur hanya sendiri di kamar dan dipisah dengan pasien lain," kata Prof Ari.
Baca Juga: KLB Hepatitis A di Pacitan, Kenali Faktor Penyebab dan Pengobatannya
Untuk mencegah terinfeksi virus hepatitis A, Prof Ari menganjurkan Anda untuk mengonsumsi makanan yang teratur dan bergizi serta istirahat cukup. Selain itu yang terpenting, cuci tangan menggunakan sabun yang rutin, sebelum dan sesudah makan dan setelah keluar dari toilet, apalagi penyakit ini tertular melalui makanan dan minuman.
"Khusus untuk yang mengurus atau merawat orang sakit dengan hepatitis A harus menjaga daya tahan tubuhnya dengan baik kalau perlu dengan mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral. Vaksinasi hepatitis virus A sebaiknya diberikan bagi orang yang memang akan berkunjung pada daerah yang sedang terjangkit KLB atau wabah 2 minggu sebelum berada di lokasi terjadinya KLB," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya