Suara.com - Semua ikan memang mengandung sejumlah merkuri. Tetapi beberapa orang dengan kondisi lain harus hati-hati dengan senyawa ini, seperti ibu hamil, ibu menyusui serta anak-anak.
Melansir Insider, berikut daftar ikan berkadar merkuri tinggi yang didaftar menurut FDA (Food and Drug Administration) Amerika.
1. Makarel
Ikan ini berukuran sedang dengan rasa kuat yang dapat mengandung kadar merkuri tinggi, menurut FDA.
Tetapi tidak semua mackerel harus dihindari. Misalnya Atlantik mackerel yang sebenarnya berada pada tingkat rendah merkuri, dan dapat menjadi alternatif yang bagus.
2. Marlin
Marlin adalah ikan besar yang makan banyak ikan kecil dan oleh sebab itu, ikan ini menelan merkuri dari ikan-ikan kecil tersebut, menurut PBS.
"Hiu, marlin, beruang kutub, dan orang-orang di ujung rantai makanan memiliki konsentrasi merkuri tertinggi," kata Tim Fitzgerald, seorang ilmuwan kelautan untuk Environmental Defense Fund, yang memberikan informasi konsumsi kesehatan kepada Monterey Bay Aquarium's Seafood Watch.
3. Hiu
Baca Juga: 3 Resep Olahan Ikan Asin, Mantap untuk Makan Siang Seru
Sama halnya dengan Marlin, ikan hiu mengandung kadar merkuri tinggi karena mereka makan ikan-ikan kecil lainnya.
Faktanya, kadar merkuri dalam hiu bisa dua hingga enam kali lipat pada tingkat maksimum yang direkomendasikan untuk konsumsi manusia, menurut sebuah studi 2011 kecil tentang hiu di New Jersey.
4. Tuna
Tidak semua tuna masuk dalam daftar ini, tetapi tuna mata besar masuk ke dalam daftar pengawasan FDA untuk tingkat merkuri tinggi.
Tuna lain seperti ahi tuna juga disebut mempunyai kadar merkuri tinggi menurut Natural Resources Defense Council Amerika.
Namun, beberapa variasi lain dari ikan seperti skipjack tuna sebenarnya direkomendasikan oleh FDA karena tingkat merkuri yang rendah.
Berita Terkait
-
Diselipkan Dalam Gulungan Karpet, Polisi Bongkar Penyelundupan 760 Botol Merkuri ke Filipina
-
Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Apakah Ibu Hamil Boleh Memakai Lipstik Hanasui?
-
Apakah Selsun Bisa untuk Ibu Menyusui?
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?