Suara.com - Apa yang kita konsumsi dapat berdampak serius pada organ vital wanita. Karena apa yang kita makan memang berkaitan dengan segala hal yang ada di dalam tubuh, termasuk bau miss V yang mengacu pada kesehatannya.
Oleh karena itu, ketahui makanan apa yang dapat menyebabkan miss V kurang sehat dan apa yang dapat menyembuhkannya dilansir dari SheKnows.
1. Infeksi bakteri
Infeksi bakteri dapat membuat keputihan tampak seperti 'keju' dan terasa gatal.
Makanan penyebab: bakteri makan dari gula, dan makan terlalu banyak gula, terutama jenis olahan, dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih bakteri di organ vital wanita, menurut penelitian oleh University of Maryland.
Tetapi para ilmuwan mengatakan penyebab terbesarnya adalah makanan yang biasanya tidak kita anggap memiliki gula tinggi, seperti alkohol dan keju.
Makanan penyembuh: Sumber alami probiotik dapat membantu mendorong pertumbuhan bakteri baik, sembari menghilangkan serangga jahat yang membuat kita gatal dan terbakar. Jadi, tambah makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, asinan kubis, dan kimchi.
2. Vaginitis
Penyakit ini membuat miss V terlihat merah, bengkak dan nyeri. Bahkan terkadang terdapat lesi penuh nanah.
Baca Juga: Ubah Stereotip, Miss Virginia Pilih Menunjukkan Aksi Eksperimen Sains
Infeksi ini dapat terjadi ketika Anda tidak secara efektif mengobati masalah ginekologis. Menurut penelitian University of Maryland, beberapa wanita lebih rentan terhadap infeksi ini.
Makanan penyebab: Gula disebut dapat merusak keseimbangan mikroorganisme dalam miss V. Peneliti menambahkan, makanan apapun yang Anda alergi atau sensitif juga dapat menyebabkan infeksi ini kambuh.
Makanan penyembuh: Probiotik seperti yogurt dan kefir sangat baik, tetapi para ilmuwan juga merekomendasikan makan banyak kacang-kacangan, kacang-kacangan dan buah beri untuk nutrisi tambahan dan vitamin B.
3. Miss V kering
Kekeringan miss V dapat menyebabkan robeknya organ vital wanita atau lecet.
Foreplay memang dapat membuat miss V tidak begitu kering, tetapi di luar hubungan intim makanan tetap berpengaruh terhadap keringnya organ vital.
Berita Terkait
-
Tips Merawat Miss V Agar Tetap Sehat dan Bersih
-
6 Ciri-ciri Miss V Wanita Berjamur, Mulai dari Gatal hingga Keputihan
-
Miss V 'Kentut' Saat Berhubungan Seks Normal Enggak Sih, Kapan Harus ke Dokter
-
Atasi Anyang-anyangan Hingga Miss V Kendur dengan Laser, Cara Kerjanya Bagaimana?
-
Miss V Sering Gatal Bisa Bikin Susah Hamil? Dokter Kandungan Beri Penjelasan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?