Suara.com - Mati Listrik Bikin ASI Perah Tak Berkualitas, Ini Saran Pakar.
Kesibukan dan jumlah ASI yang melimpah merupakan dua alasan utama mengapa ibu zaman sekarang selalu menggunakan metode pumping dan menyetok ASI untuk sang buah hati.
Sementara saat ini, masalah mati listrik dapat menyebabkan stok ASI perah menurun.
ASI perah yang harusnya bisa bertahan sampai 12 jam saat disimpan di dalam mesin pendingin, jadi hanya mampu bertahan sampai empat jam saja di suhu biasa.
Menurut dokter sekaligus pejuang ASI, dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, ASI perah baiknya dilakukan sebagai pilihan terakhir bila memang ibu sudah tidak memungkinkan lagi untuk menyusui ASI secara langsung kepada anak.
Dikatakan dr. Utami, jika ASI perah memiliki satu keunggulan yaitu anak mendapat manfaat dari kandungan ASI, maka pemberian ASI melalui proses menyusui langsung memiliki tiga keunggulan sekaligus.
"Menyusui langsung memiliki manfaat bagi kesehatan mental anak. Makanya menyusui adalah ibadah. Kedua ada keuntungan kesehatan bagi ibu dan ketiga ada manfaat (kandungan) ASI yang diterima anak," kata dr. Utami saat ditemui Suara.com baru-baru ini.
Ia melanjutkan bagaimana tiga penelitian yang pernah Ia baca, yaitu penelitian dari Inggris (2002), Amerika Serikat (2015) dan Australia (penelitian dilakukan 15 tahun), membuktikan mengenai manfaat besar ketika ibu menyusui secara langsung.
"Enam bulan diberi ASI eksklusif sampai dua tahun dan disusui bukan ASI perah, anak-anak ketika usia 5 tahun, akan lebih jarang tantrum mencuri dan berbohong," katanya.
Baca Juga: Pekan Menyusui Sedunia 2019 : AIMI Gelar Menyusui Serentak
Memasuki usia 14 tahun, manfaat ASI langsung juga semakin besar. Risiko anak melakukan tindakan seperti melawan hukum, melakukan kejahatan remaja, psikosomatis dan depresi juga menurun.
"Ini evidence based-nya adanya hubungan menyusui jangka panjang terhadap mental dan remaja. Itu (manfaat) pada anak," tambahnya.
Sementara pada ibu, manfaat menyusui langsung menurut penelitian yang dilakukan selama 40 tahun, kata dr Utami adalah ibu terhindar dari berbagai penyakit mematikan seperti kanker payudara, stroke, penyakit jantung koroner, diabetes sampai alzheimer.
Meski demikian, tambah dr. Utami, menyusui langsung bukan kewajiban seorang ibu. "Menurut saya menyusui bukan kewajiban ibu tapi hak ibu. Tapi kewajiban ayah membuat ibu merasa nyaman dan ASI-nya lancar."
Ia melanjutkan, ayah yang supportif, akan membuat keberhasilan pemberian ASI eksklusif hingga 40 persen. "Kalau tidak supportif, hanya 18 persen. Tidak sampai setengahnya," tutup dr. Utami.
Jadi mati lampu bikin ASI perah tak berkualitas, pakar ini sebut berikan ASI langsung memiliki manfaat yang besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?